Setengah Tahun Sudah Pulangkan Ratusan Anjal, Terbanyak dari Daerah Ini

PANDAAN – Selama enam bulan, Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan sudah memulangkan ratusan anak jalanan. Mereka dipulangkan ke keluarganya, setelah Dinsos melakukan pembinaan.

Sejatinya, tak hanya anjal semata yang dibina. Tapi, juga Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Gelandangan Pengemis (Gepeng) di Kabupaten Pasuruan. Tercatat, sampai pertengahan tahun, sudah 117 Anjal yang dibina dan dikembalikan ke keluarga masing-masing.

Gunawan Wicaksono, Plt kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan razia Anjal di Kabupaten Pasuruan selain oleh Satpol PP, juga biasanya dari laporan petugas Dinsos di lapangan. “Jika ada yang dianggap meresahkan, Dinsos juga terjun melakukan evakuasi untuk dibawa ke Rumah Singgah Bina Hati Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Anjal, kata Gunawan, memang cukup meresahkan masyarakat. Ini, lantaran selain merusak keindahan kota, juga kadang menganggu. Misalnya, pengamen di lampu merah, yang dinilai acapkali mengganggu ketertiban.

Sehingga, anjal-anjal di Kabupaten Pasuruan pun yang terjaring razia, diberikan assesmen (pemberian bimbingan konseling) dan pendekatan psikologi untuk mencari akar permasalahan mereka. Gunawan menambahkan, kebanyakan mereka biasanya memiliki latar belakang orang tua bercerai, keluarga tidak harmonis, sampai karena salah pergaulan.

Ditambahkan Wahyu Widodo, kasi Pelayanan Rehabilitas Sosial Dinsos, Januari sampai Juni tercatat sudah ada 117 anjal yang dibina di Rumah Singgah. Jumlah tersebut terdiri atas 94 laki-laki dan 23 perempuan. Sebanyak 60 persen dari Kabupaten Pasuruan mulai dari Pandaan, Bangil, Wonorejo, Grati. Sisanya sekitar 40 persen dari luar daerah. Seperti Sidoarjo, Jember, Malang, Kalimantan, sampai Majalengka.

“Setelah melakukan pendekatan, kita kembalikan ke keluarganya tentu didampingi oleh desa dan kecamatan agar ada yang bertanggung jawab agar anak tidak lagi turun ke jalan,” jelasnya.

Sedangkan, jika anak berasal dari luar daerah, Dinsos Kabupaten Pasuruan juga bekerja sama dengan Dinsos setempat asal Anjal. “Harapannya, setelah diamankan dan dipulangkan, Anjal di Kabupaten Pasuruan bisa ditekan. Dan, tidak lagi menjadi masalah sosial,” pungkasnya. (eka/fun)


PERLU DIBINA: Pembinaan di Rumah Singgah Bina Hati Kabupaten Pasuruan pada Mei lalu. (Dokumen Jawa Pos Radar Bromo)