Korban Hamil, Polisi Beri Ruang Mediasi Kasus Asusila

KRAKSAAN – Unit PPA Sat Reskrim Polres Probolinggo memberikan ruang untuk proses mediasi dalam kasus dugaan persetubuhan terhadap NJ, 18. Namun, proses penyidikan terhadap tersangka, saat ini terus dilanjutkan.

Jumat (3/8) misalnya, petugas sejatinya memanggil korban asal Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, itu. Namun, yang bersangkutan tak hadir memenuhi panggilan penyidik.

”Kami sudah hubungi supaya korban hadir ke sini. Karena kami masih membutuhkan keterangan lebih lanjut dari korban. Tapi, korban tidak hadir sampai sekarang (Jumat, Red),” terang Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad melalui Kasat Reskrim AKP Riyanto.

Menurut Kasat Reskrim, proses penyidikan kasus yang menjerat tersangka AR, terus berlanjut. Namun, pihaknya tetap memberikan ruang untuk proses mediasi antara kedua belah pihak.

Mengingat, korban NJ dalam kondisi hamil 5 bulan. Tentunya, keberadaan tersangka AR dibutuhkan untuk korban. Terutama anak dalam kandungannya.

”Kami tetap memberikan ruang untuk proses mediasi. Nanti, kami akan pertemukan kedua belah pihak untuk mediasi. Jika memang tidak ada titik temu, proses hukum akan lanjut,” terangnya.

Diketahui, Rabu (1/8), unit PPA Reskrim Polres Probolinggo membekuk AR, 26, tersangka dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur di rumahnya. Tersangka pun tidak dapat mengelak dan kini mendekam di tahanan Maporles Probolinggo. (mas/hn/mie)