Tak Terawat, Barikade di Jalan dr Moh Saleh Bikin Kumuh

SAMPAI KAPAN DITUTUP?: Barikade yang menutup akses Jalan dr. Mohamad Saleh dari sisi utara saat ini kondisinya tak terurus. Sehingga, tak sedap dipandang mata. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN – Barikade yang dipasang Polres Probolinggo Kota di Jl. dr. Mohamad Saleh sisi utara kini tampak kumuh. Tumpukan pohon kering dan karung pasir tak sedap dipandang mata.

Pengguna jalan yang menggunakan akses tersebut juga bertanya-tanya, sampai kapan barikade tersebut dipasang. Hal itu disampaikan Mahmud Yunus, 34, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan.

“Sampai kapan ada barikade seperti ini? Selain aksesnya ditutup, juga terlihat kotor,” terangnya. Ia yang sering melintasi jalur tersebut untuk mengantar anaknya sekolah, akhirnya harus menggunakan jalur lainnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, akses tersebut memang ditutup sejak ramai-ramai kasus terorisme. Pasalnya, pelaku teror menjadikan markas polisi sebagai sasaran. Karena itulah, jalur menuju Mapolres Probolinggo Kota ditutup. Pengguna jalan pun harus memutar jika ingin melintas di jalan tersebut.

Karena itu, tak bisa menggunakan akes tersebut, sejumlah wali murid harus memarkirkan kendaraan di depan barikade. Daripada saya jalan memutar, lebih baik saya parkir di depan barikade. Semoga saja motor tidah sampai hilang,” terangnya sambil melirik motor matiknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Sumadi mengungkapkan, penutupan jalan itu berdasarkan pertimbangan kepolisian. Pihaknya tidak bisa membuka barikade karena kebijakan itu justru mencegah aksi teror yang mungkin terjadi. “Kami harus mendukung kebijakan polisi agar situasi dan suasana kondusif,” katanya.

Terpisah, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membersihkannya. “Berkaitan dengan ranting yang kotor, kami mohon bantuan dari dinas kebersihan (DLH, Red),” tandasnya.

Alfian juga mengaku belum tahu kapan barikade itu dibuka. Pasalnya, jaringan teroris di Kota Probolinggo masih ada. “Untuk jaringan teroris masih ada. Bahkan, dua hari lalu ada nama Bambang Tompel yang kami amankan. Maka dari itu, kita tetap waspada,” terangnya. (rpd/rf/mie)