Rumah Warga di Besuk-Bantaran Dibobol Maling, Uang Rp 20 Juta Amblas

BANTARAN – Nasib sial dialami Sofie Antin Syahry, 31. Rumah warga Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, dimasuki maling, Sabtu dini hari (4/8). Para pelaku berhasil membawa kabur uang arisan dan hasil kerja suaminya sebesar Rp 20 juta, yang ada di dalam lemari kamar.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi sekitar pukul 11.00. Saat itu, ia beserta suaminya yakni Suharto, 34, dan kedua anaknya, tidur pulas di dalam kamar.

Baru saat kejadian berlangsung, ia yang tidurnya berada di pinggir suaminya seakan mendengar suara. Saat itu juga ia langsung melihat ke arah uang itu berada. Yaitu di sebelah barat tempat tidurnya.

“Kami memang tidur berampat kalau malam. Uang terebut berada di dalam lemari yang lokasinya masih satu kamar dengan kami,” ujar Sofie.

Saat melihat itu, is melihat ada orang memakai sarung dan bercelana jins komprang. Saat itu juga ia langsung berteriak dan mengejar maling itu. Saat diteriaki, kata Sofie, pelaku langsung melarikan diri ke arah dapur. Tempat diduga pelaku masuk ke dalam rumah.

“(Pelaku) Langsung lari kebelakang. Tidak memakai penutup muka. Saat saya teriakpun dia tidak menoleh. Mungkin takut dikenali,” terangnya.

Masih menurut korban, setelah ia berteriak maling, suami dan juga tetanggnya bangun. Mereka serentak mengejar maling itu. Namun, pelaku sudah kabur jauh.

“Dibelakang rumah itu kan langsung sawah. Jadi mungkin sembunyi. Pokoknya saat dikejar itu tidak ada sudah jauh. Uang yang dibawa kabur itu ada sekitar Rp 20 juta. Terdiri dari uang arisan dan juga uang kerja mebel suami saya,” tandasnya.

Suharto suami korban sendiri mengaku maling tersebut datangnya dari arah belakang. Menurutnya, kenapa maling itu mudah masuk lantaran pintu belakang rumahnya yang terbuat dari triplek, hanya dikunci dengan kayu. Sehingga maling mudah untuk memasuki rumahnya. Begitupun pintu kamar. Menurutnya, saat itu tidak terkunci.

“Jadi dengan mudah di buka oleh pelaku. Untuk di kamar pintunya tidak di kunci. Soalnya istri saya wira wiri ke dapur untuk membuat susu anak saya yang masih kecil,” terangnya.

Kejadian ini menurutnya sudah dilaporkan kepada pihak berwajib. Mendapat laporan, pihak kepolsian sendiri langsung mendatangi rumah korban.”Sudah kami laporkan dan pihak kepolsian sudah mengecek. Uang itu rencananya akan disetor ke bank oleh istri saya, Jumat (3/8). Kan dia memang setiap hari Jumat nyetor. Tetapi karena ada kegiatan jadi tidak jadi dan disimpan di dalam rumah,” terangnya.

Sementara itu Kapolsek Bantaran Iptu Jamhari mengatakan, pihaknya memang telah menerima laporan. Saat ini kasus tersebut sedang dalam penyelidikannya. “Kami masih berupaya untuk mengungkap kasus tersbeut,” jelasnya. (sid/fun)