PKL Jualan di Tempat Terlarang, Bakal Dijerat Tipiring

MAYANGAN – Banyaknya pedagang kali lima (PKL) yang mangkal di bahu jalan dan sejumlah trotoar di Kota Probolinggo, membuat Satpol PP Kota Probolinggo geram. Sebab, selain mengganggu arus lalu lintas, juga banyak PKL yang mangkal di tempat terlarang.

Senin (6/8), petugas penegak perda itu pun menggelar razia. Mereka mulai merazia PKL dari Jalan Raya Panglima Sudirman, depan Rumah Dinas Wali Kota Probolinggo. Di sana, mereka mendapati toko buah yang berjualan memakan badan jalan. Pedagang ini diperingatkan untuk merapikan lapaknya.

Petugas juga menertibkan sejumlah PKL di sekitar Jalan Suroyo. Mereka menemukan banyak PKL yang berjualan menggunakan kendaraan bermotor roda tiga. Karena mengganggu arus lalu lintas dan kawasan ini lokasi pertokoan, para PKL diminta pindah.

Sejumlah pedagang bendera juga tak luput dari razia. Mereka diperingatkan dan diminta mengajukan izin kepada yang punya wilayah untuk berjualan. Di Alun-alun Kota Probolinggo, Satpol PP menemukan penjual bunga. Dia ditegur karena barang dagangannya menutup trotoar.

Kasat Operasi Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan, razia ini bertujuan memberikan efek jera kepada para PKL. Agar mereka tidak berjualan di sembarang tempat dan berjualan di jalan. Sehingga, memberikan rasa aman kepada pengguna jalan.

“Ini sebagai upaya penertiban terhadap pedagang yang berjualan di tempat terlarang dan trotoar. Selain memang dilarang oleh perda, kegiatan pedagang mengganggu arus lalu lintas dan keindahan kota. Untuk itu, sementara kami ingatkan dulu,” ujarnya.

Hendra mengatakan, jika setelah diperingatkan tetap melanggar, pihaknya tak akan segan menyita kendaraan PKL sebagai tempat berjualan. Serta, akan menyeret mereka ke Pengadilan Negeri karena telah melanggar Perda.

“Hanya saja mereka tidak ditahan karena kasusnya tipiring (tindak pidanan ringan). Konsekuensi dari pelanggarannya bisa divonis hukuman kurungan atau denda,” ujarnya. (sid/rud)