Usai Bunuh Korban, Terdakwa Sempat Jual Motor Korban

PANGGUNGREJO – Proses peradilan terdakwa pembunuhan di lahan tempat pelelangan ikan (TPI), Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, M. Lula Vermansyah berlanjut. Dalam sidang lanjutan yang dilaksanakan Senin (6/8), Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendatangkan dua orang saksi.

Saksi pertama, Nur Yulianto mengungkapkan, ia tidak mengetahui tentang aksi terdakwa yang menghabisi Dimas. Namun, ia sempat diajak oleh terdakwa ke Purwosari, Kabupaten Pasuruan, untuk menjualkan motor milik Dimas. Ia mendapatkan komisi Rp 50 ribu.

Sementara saksi kedua, Muhammad Thoriq menjelaskan, dia bertemu dengan terdakwa sehari sebelum Dimas ditemukan tewas. Ia mengantar terdakwa ke rumah Naima. Usai mengantarkan ke Naima, ia pun pergi meninggalkan terdakwa.

Sementara itu, terdakwa M Lula Virmansyah membenarkan aksi pembunuhan yang dilakukan pada Dimas. Ia mengaku tidak ada niatan membunuh Dimas. Ia merasa khilaf dan sakit hati atas ucapan korban yang memintanya untuk tidak meminjam motor terlalu lama.

“Saya akui saya khilaf karena menyebabkan Dimas tewas. Tapi, awalnya saya tidak ada niatan untuk membunuh. Namun, ucapannya membuat saya sakit hati,” jelasnya.

Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Wayan Sujana berharap pengakuan dari Lula dalam persidangan tersebut bisa menjadikan pertimbangan bagi Majelis Hakim dalam putusannya. “Kami akan memperjuangkan agar putusan pada terdakwa dapat diringankan,” terang Wayan.

Seperti diberitakan sebelumnya, M Lula Virmansyah ditetapkan sebagai tersangka lantaran membunuh Dimas Dwi Aji Saputra, awal Maret silam. Dengan keji, terdakwa membunuh korban memakai senjata tajam dan melempar kepala korban pakai batu. (riz/fun)