Ajak Anak Didik Jujur melalui Cerita Bergambar

Banyaknya anak kecanduan gawai, membuat salah seorang pengajar di TK ABA IV Ahmad Yani, Jalan Sunan Ampel, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Izza El Mila, gundah. Karenanya, ia membuat story reading untuk mengajarkan anak-anak jujur. Termasuk dalam menggunakan handphone.

MUKHAMAD ROSYIDI, Kedopok

Izza El Mila menjadi salah satu nominasi PAUD Award 2018, kategori TK. Dalam lomba gelaran Disdikpora Kota Probolinggo bersama Jawa Pos Radar Bromo, ini El -sapaan Izza El Mila- membuat cerita bergambar berjudul Bersikap Jujur Bermain HP tanpa Izin.

El mengaku, memilih judul ini karena bertujuan mengajarkan anak-anak bersikap jujur dan tidak terlalu kecanduan gawai. Menurutnya, selama ini banyak orang tua tidak mampu mengontrol atau mengawasi anaknya ketika bermain gawai. Bermula dari itulah, story reading berbentuk cerita bergambar itu muncul.

“Kami melihat ketidakmampuan para orang tua mengawasi putra-putrinya tentang pemanfaatan gadget. Anak-anak dibiarkan bermain handphone tanpa kontrol. Entah untuk alasan edukasi atau prestise,” ujarnya.

Dengan hasil karyanya ini, El mengaku berusaha membekali anak-anak lewat cerita agar mereka lebih paham manfaat gawai. Menurutnya, peran guru sangat penting dalam kemajuan anak didiknya. “Biasanya kalau guru yang cerita, mereka nurut dan percaya. Karena itu, saya mengambil ide ini karena menurut saya sangat pas,” jelasnya.

Dalam hasil karyanya, El mengungkapkan semua aspek perkembangan anak yang diajarkan di TK. Mulai aspek perkembangan nilai moral dan agama, aspek perkembangan sosial emosional, aspek perkembangan kognitif, aspek perkembangan bahasa, aspek perkembangan fisik, dan aspek perkembangan seni. “Jadi komplet. Tinggal bagaimana guru membawakan cerita itu,” ujarnya.

Ia juga menuangkan dampak bermain gawai yang tak kenal waktu bisa membuat kerusakan fisik secara perlahan. Mulai mata lelah, punggung sakit, hingga kecanduan. “Dengan begini mereka akan lebih mengerti. Sehingga, tidak sembarangan akan memainkan handphone,” jelasnya.

Saat dilakukan uji coba kepada anak didiknya, El mengatakan, mereka senang. Bahkan, dengan jujur mengakui mereka bermain handphone. Menurutnya, sudah bisa dilihat dari hasil cerita itu anak didiknya mulai belajar jujur. “Semoga bermanfaat bagi semuanya. Bukan hanya untuk anak didik kami, tapi untuk semuanya,” ujarnya. (rud/mie)