Penerimaan Pajak Impor sudah Capai Rp 20 Miliar Selama Semester 2018

BANGIL – Penerimaan pajak impor atau bea masuk di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan tahun ini ditarget mendapatkan Rp 31,172 miliar. Syukur, sampai Juni atau semester pertama tahun ini, telah diperoleh Rp 20,136 miliar atau 64,6 persen dari target.

Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Pasuruan Edi Budi Santoso mengatakan, target penerimaan bea masuk memang cukup bagus. Bahkan, dari target hingga pertengahan tahun sudah mencapai lebih dari separo target. “Sudah cukup bagus karena sampai pertengahan tahun sudah mencapai 64,6 persen dari target,” ujarnya.

Dari data KPPBC Pasuruan, penerimaan bea masuk tertinggi di empat bulan yang selalu melampaui target. Bahkan, pada Februari mencapai 198 persen dari target, Maret mencapai 126 persen, April mencapai 190 persen, dan pada Juni mencapai hingga 111 persen dari target. Namun, pada Januari hanya tercapai 90 persen dan pada Mei hanya 59 persen dari target.

Meski ada dua bulan yang tak mencapai target, Edi mengatakan, dari penerimaan total sampai semester pertama sudah mencapai 64,6 persen. Menurutnya, tingginya penerimaan bea masuk ini selain ekonomi yang membaik, juga karena permintaan produk ke luar negeri juga tinggi.

Di Kabupaten Pasuruan ada 59 perusahaan yang masuk kawasan berikat. Dalam kebijakan kawasan berikat, mewajibkan kegiatan produksi untuk bahan impor 50 persennya harus dipasarkan di dalam negeri. Pemasaran produk di dalam negeri inilah yang membuat penerimaan bea masuk menjadi tinggi. (eka/rud/fun)