Wakili Sekolah setelah Lulus Seleksi

Jalan Veronica Kristinawati untuk maju sebagai peserta PAUD Award 2018, cukup panjang. Salah satunya harus melalui pelatihan dan ujian di sekolah. Cerita bergambar berjudul Kasih Dera menjadi pilihannya dalam lomba ini.

RIDHOWATI SAPUTRI, Mayangan

Suasana lengang begitu terasa ketika memasuki halaman TK Katolik Mater Dei, Kota Probolinggo. Maklum, saat itu jarum jam sudah menunjukkan pukul 11.00, di mana sudah selesai kegiatan belajar mengajar.

Di lembaga ini ada Veronica Kristinawati, salah satu guru yang terpilih sebagai nominasi PAUD Award 2018. Cerita bergambarnya dengan judul Kasih Dera masuk dalam 15 karya terbaik.

Veronica mengatakan, proses dirinya terpilih sebagai peserta PAUD Award mewakili sekolahnya cukup panjang. Ada pelatihan dan proses seleksi yang harus dilalui. “Untuk mengikuti PAUD Award ini, sekolah mengundang guru yang pintar menggambar. Selama empat hari, semua guru termasuk saya ikut dalam pelatihan itu,” ujarnya.

Selama ini, Veronica mengaku bisa menggambar. Namun, objek yang bisa digambar selama ini terbatas, seperti tumbuhan maupun binatang. “Sedangkan untuk menggambar karakter masih sulit. Seperti ketika orang lari atau jalan. Kalau menggambar wajah bisa,” ujar perempuan yang menjadi nominasi Kategori TK ini.

Selama empat hari Veronica dan rekan-rekannya mengikuti pelatihan dan menciptakan karya cerita bergambar. Kemudian, dipilih hasil karya yang terbaik. “Akhirnya saya terpilih untuk ikut PAUD Award,” ujarnya.

Setelah terpilih mewakili sekolahnya, Veronica mengangkat judul Kasih Dera. Ceritanya lebih menekankan pada pendidikan karakter. “Tentang seorang anak yang menemukan burung jatuh dan terluka kemudian diobati. Lebih menekankan pada pendidikan karakter,” ujarnya.

Proses pembuatannya memakan waktu dua minggu. Selama seminggu dilakukan proses pembuatan sketsa dan cerita. “Seminggu berikutnya digunakan untuk proses pewarnaan. Pewarnaan menggunakan krayon,” ujarnya.

Veronica mengaku telah mempraktikan cerita bergambarnya kepada anak didiknya. Karyanya juga bisa ditemukan di perpustakaan kelas. “Anak-anak antusias untuk mendengarkan ceritanya. Bahkan, setelah dibacakan cerita ini, anak-anak tertarik untuk membuka bukunya,” ujarnya. (rud/mie)