Indahnya Kampung Kelir di Desa Tosari

Tiga hari ini aktivitas di Desa/Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, meriah sekali. Ribuan anggota pramuka bersama warga setempat bergotong royong membuat Kampung Kelir. Kampung bersusun di dataran tinggi ini jadi kian menarik dan bisa menjadi destinasi tujuan wisata baru. Seperti apa?

MEMASUKI Desa/Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, tampak umbul-umbul bendera bertebaran. Tak hanya bendera merah putih di tiap rumah. Di jalan masuk Desa Tosari, umbul-umbul bendera terpasang di sepanjang jalan masuk. Yang kian menarik, tembok-tembok penahan tanah dicat warna-warni, juga ada lukisan mural karya pemuda setempat.

Memasuki lapangan di Desa Tosari, tampak panggung besar berdiri megah. Ribuan anggota pramuka dengan seragam warna hijau terlihat di sana. Di kaus mereka tertulis Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka Jatim 2018. Seribu peserta pramuka ini adalah anggota pramuka dari Kota/ Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.

Ya, Desa Tosari terpilih menjadi zona ke 11 untuk pembuatan Kampung Kelir di Jawa Timur. Lewat Festival Wirakarya yang didukung Komisi E Pemprov Jatim dan DBL Indonesia, desa ini dipercantik. Selama 3 hari, tanggal 7-10 Agustus, 100 rumah di Dusun Ledoksari, Desa Tosari, dicat warna-warni.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pengecatan tak hanya diikuti 1.000 anggota pramuka. Warga dan karang taruna juga ikut membantu mengecat. Total yang ikut mengecat yaitu 200 warga, karang taruna Desa Tosari 50 orang, dan Komunitas Bala Daun Tosari 40 orang. Termasuk muspika, camat, polsek, danramil, desa dan perangkatnya.

Abdul Ghoni, camat Tosari mengaku sangat antusias dengan Festival Wirakarya ini. Sebab, sejalan dengan pengembangkan potensi wisata di Tosari. Sehingga, wisatawan yang datang ke Bromo juga bisa menikmati Kampung Kelir di Tosari sebagai tujuan wisata lainnya saat ke Bromo.

“Kami sangat bersyukur Tosari masuk sebagai zona 11 dan warga sangat antusias menjadi tuan rumah. Kami berharap bisa tercipta keindahan kampung kelir,” ujarnya.

Kampung Kelir ini menurutnya, bahkan menjadi gagasan baru dalam pengembangan wisata. Apalagi Tosari saat ini juga gencar mengembangkan wisata baru untuk menunjang wisata Bromo.

Saat ini, sudah dikembangkan Bromo Forest dan Bromo Fun Tracking. “Dan, Kampung Kelir bisa jadi pilihan baru. Sehingga, ke depan bisa jadi pilihan lokasi wisata baru, juga bermanfaat bagi warga Tosari sendiri,” ujarnya.
Di hari terakhir, Festival Kampung Kelir kemarin (09/08), 100 rumah sudah tercat warna-warni. Mulai pagar rumah dan fasilitas umum. Namun, memang belum 100 persen sempurna. Atap-atap rumah masih ada yang belum tercat.

Teguh Hariono, 32, dari Komunitas Bala Daun Tosari mengatakan, dengan waktu 3 hari saja, memang tak bisa 100 persen pengecatan selesai. “Karena waktu terbatas, sisanya kami selesaikan sendiri. Juga ada pemborong dari Pramuka Pemprov Jatim yang menyelesaikan terutama pengecatan bagian atap. Nanti kalau masih ada sisa cat, akan digunakan untuk mengecat rumah lainnya,” jelasnya.

Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka Jatim 2018 ini, memang hanya menargetkan untuk mengecat 100 rumah di Dusun Ledoksari, tepatnya di Depan Lapangan Desa Tosari. Sedangkan rumah di zona lainya tidak ikut dicat.

Kondisi ini membuat sejumlah warga yang tidak kebagian, ingin rumahnya dicat juga. Seperti Sri Mulyati, 58, warga Dusun Ledoksari yang posisi rumahnya di sebelah utara Lapangan Desa, “Sebenarnya juga tidak apa-apa enggak dicat, tapi ada keinginan ikut meramaikan juga,” jelasnya.

Karena itu, jika ada dana, Sri ingin mengecat sendiri rumahnya menjadi warna-warni juga. Tapi, jika ada program pengembangan dari pemerintah untuk memajukan Kampung Kelir, Sri juga sangat mendukung.

Duladim, 43, warga Dusun Ledoksari optimistis Kampung Kelir akan mengangkat wisata di Tosari. “Ini karena dalam setahun ini, di Desa Tosari makin banyak wisatawan yang datang karena imbas pembangunan hotel. Jadi, kalau ada kampung warna-warni jadi lebih ramai lagi yang datang,” ungkapnya.

Sinta Nuria Wulandari, salah satu peserta Festival Wirakarya dari SMAN 1 Gondangwetan mengaku bangga bisa ikut mengecat Kampung Kelir di Desa Tosari. “Karena ikut mempromosikan wisata daerah dan harapannya Kampung Kelir di Tosari bisa dikenal hingga mancanegara,” jelasnya. (eka/fun)