KONI Kabupaten Probolinggo Tambah Dua Cabor Baru Ini

PROBOLINGGO – Cabang olahraga (cabor) binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo tahun ini bertambah. Sebab, ada dua cabor baru yang kini tergabung dengan KONI. Dua cabor itu adalah selam dan panjat tebing. Dengan penambahan dua cabor itu, KONI sekarang memiliki 26 cabor.

Cabor baru yang berada di bawah Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), itu kini juga sudah terbentuk kepengurusan. Bahkan, atlet yang dulu tergabung dengan cabor di Kota Probolinggo, kini banyak yang merapat ke kabupaten.

KONI Kabupaten Probolinggo berusaha mendorong dengan men-support peralatan latihan. Namun, untuk papan panjat tebing KONI akan berkoordinasi dengan Disporaparbud. Karena butuh anggaran yang tidak sedikit. “Komplet seharga 400 juta, kami koordinasi dengan Disporaparbud,” terang Ketua KONI Kabupaten Probolinggo Sugeng Nurfindarko.

Cabor selam dan panjat tebing sudah punya atlet dan pelatih. Bahkan, sudah diakui Pengprov Jatim. Namun, untuk berlatih masih bergabung di Kota Probolinggo.

Pihaknya menambahkan, prestasi cabang olahraga bergantung pada tempat latihan, fasilitas, dan sebagainya. Sementara masih berpindah, bahkan juga berlatih di kota lain.

Meski cabor baru, KONI juga siap menganggarkan dana. Hanya saja alokasi dana pembinaan oleh KONI berdasar berbasis kinerja. Bukan berdasar plafon. Dengan begitu, kata Sugeng, ketua cabor–cabor punya semangat berprestasi. Terutama dalam menghadapi Porprov. Untuk peningkatan prestasi butuh kekompakan dan keuletan.

Terpisah sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo, Khalid Abu Bakar menambhkan cabor–cabor lain sudah meraih prestasi. Dan prestasi itu bisa dari kejuaraan, baik regional maupun nasional.

Prestasi atlet bukan hanya merujuk dari hasil Porprov. Karena di tahun 2015, pelaksanaan Porprov diundur. Karena sejak 2016 belum dilaksanakan porprov, maka prestasi di luar porprov juga menjadi pertimbangan KONI untuk anggran dana pembinaan cabor.

“Seperti cabor Muaythai yang belum dapat sebelumnya, karena penganggarannya berdasar prestasi porprov, dan muaytahi belum pernah ikut porprov,” terangnya. (hil/fun)