Perolehan Pajak Restoran Kurang, Ini Penyebabnya

PURWOREJO – Sampai semester pertama atau akhir Juni 2018, penerimaan pajak daerah dari pajak restoran di Kabupaten Pasuruan, sudah tercapai Rp 11 miliar. Jumlah ini sudah mencapai 65,05 persen dari target yang ditetapkan tahun ini, Rp 17 miliar.

Kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan Mokhammad Syafi’i mengatakan, penerimaan pajak restoran dalam semester pertama tahun ini sudah cukup baik. Bahkan, sudah mencapai Rp 11 miliar. “Dari persentase sudah cukup baik, bahkan melebihi separo target hingga 65,05 persen,” ujarnya.

Menurutnya, menjamurnya usaha rumah makan, kafe, sampai katering membuat penerimaan pajak restoran cukup tinggi. Apalagi, masyarakat sekarang cukup banyak yang memanfaatkan bisnis kuliner untuk makan. Ditambah banyak usaha baru, seperti kafe.

Belum lagi, bisnis kuliner ini juga terdongkrak oleh sektor wisata. Khususnya, di daerah jalur strategis. Menurutnya, pengendara yang melintas dari Surabaya menuju Malang atau ke arah Banyuwangi, banyak yang singgah dan makan di rumah makan di sepanjang jalur wilayah Pasuruan.

“Selain banyak masyarakat yang bepergian, banyaknya masyarakat yang berwisata atau menginap di Pasuruan juga menggerek bisnis kuliner dan meningkatkan penerimaan pajak restoran,” ujarnya.

Dengan hasil penerimaan hingga 65 persen, BKD Kabupaten Pasuruan, optimistis target tahun ini bisa tercapai. “Kalau melihat penerimaan saat ini cukup bagus, akan kami evaluasi lagi, apakah targetnya bisa dinaikkan pada Perubahan APBD,” ujarnya. (eka/rud)