Kekurangan 5.873 PNS, Pemkab Anggarkan Rp 714 Juta untuk Rekrutmen CPNS

KRAKSAAN – Setelah lama tidak ada rekrutmen CPNS, tahun ini dikabarkan akan ada rekrutmen dari Pemerintah Pusat. Karenanya, Pemkab Probolinggo menyiapkan anggaran sekitar Rp 718 juta melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2018.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Abdul Halim mengatakan, ada kabar baik soal rencana rekrutmen CPNS. Diperkirakan rekrutmen CPNS akan dilakukan tahun ini. Namun, soal tanggalnya kapan dan kuotanya berapa, belum ada kepastian dari Pemerintah Pusat.

“Informasi dari Pemerintah Pusat tahun ini pasti ada pengangkatan CPNS. Tapi, waktu pelaksanaan dan formula kuota belum ditentukan. Mungkin Pemerintah Pusat masih menyusun dan merancang formulanya,” ujarnya (14/8).

Karenanya, Halim mengatakan, pihaknya perlu mengalokasikan dana untuk kegiatan rekrutmen CPNS ini. Karena dalam APBD 2018 tidak dialokasikan, maka dimasukkan P-APBD 2018. “Kalau soal kuota, formula kebutuhan, materi tes, dan pengumuman, itu wewenang dan tanggung jawab Pemerintah Pusat. Tapi, fasilitas pengadaan waktu tes rekruitmen, petugas, dan lainnya, jadi tanggung jawab daerah,” jelasnya.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, hasil verifikasi kebutuhan PNS guru dan paramedis di Kabupaten Probolinggo, sekitar 3.300 orang lebih. Paling banyak kebutuhan PNS guru yang mencapai lebih dari 2.500 orang.

Banyaknya kebutuhan PNS guru dan paramedis karena dampak memoratorium pengangkatan CPNS. Di Kabupaten Probolinggo, Guru Tidak Tetap (GTT) yang sudah diangkat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati lebih dari 2.300 orang. Jumlah ini juga masih kurang untuk memenuhi kekurangan guru di SD dan SMP.

Halim mengatakan, dari hasil pendataan tahun 2017, Kabupaten Probolinggo kekurangan sekitar 5.873 PNS. Kebutuhan total PNS sekitar 14.964 orang. Sedangkan, saat ini Kabupaten Probolinggo memiliki sekitar 9.091 PNS. “Dengan demikian, masih kekurangan sekitar 5.873 PNS,” ujarnya. (mas/rud/mie)