Pelaku Jambret Asal Grati Ini Dimassa usai Terjatuh Dari Motornya

PASURUAN–Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Hal itulah yang sempat dialami dua pemuda asal Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Mereka adalah Sugeng, 22, dan MM, 15. Setelah berhasil merampas ponsel di jalanan, keduanya terjatuh dari motor. Niatan warga yang hendak menolong pun nyaris berbalik menghakimi keduanya setelah korban berteriak ‘jambret’.

Aksi kejahatan jalanan itu dilancarkan oleh kedua pelaku di Jalan Pati Unus, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Senin (13/8) siang. Saat itu, Sugeng membonceng MM mengendarai motor Honda Vario berwarna hitam. Sesampainya di pertigaan Krampyangan, keduanya menyasar dua perempuan untuk menjadi korbannya.

Korban diketahui bernama Ainin Istiqomariyah, warga Kelurahan Tamba’an, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Gadis berusia 18 tahun itu dibonceng kakaknya, Helda Nur Aniyah, 31. Mereka menumpangi motor Honda Beat menuju arah Tembokrejo.

Aksi penjambretan itu memang telah direncanakan sebelumnya. Semula, Sugeng yang menjadi dalang dalam aksi itu telah meminta MM untuk bertindak sebagai eksekutor. Sementara dirinya sebagai joki motor. Namun, sesampainya di TKP, MM grogi dan menolak permintaan Sugeng.

“Kemudian Sugeng yang beraksi. Ia langsung merampas ponsel korban yang saat itu dipegang saat dibonceng kakaknya,” terang Kanit PPA Polres Pasuruan Kota, Ipda Suwondo.

Setelah berhasil merampas ponsel bernilai Rp 2,6 jutaan itu, pelaku langsung kabur ke arah selatan. Sugeng mengendarai motor dengan kecepatan tinggi untuk berusaha kabur dari kejaran korban. Apesnya, ia justru tak dapat mengendalikan laju motor. Setelah sempat oleng, kedua pelaku pun terjatuh dari motor.

Insiden itu lantas memantik perhatian warga sekitar. Mulanya, warga mengira hal itu merupakan kecelakaan biasa. “Namun, korban yang juga mengejar berteriak jambret. Warga yang awalnya hendak menolong kemudian hendak menghakimi kedua pelaku,” tambah Suwondo.

Disaat yang sama, petugas kepolisian yang tengah melakukan patroli datang. Kedua pelaku kemudian diamankan ke Mapolres Pasuruan Kota. Selain itu, ponsel korban dan motor pelaku pun turut diamankan sebagai barang bukti. Setelah menjalani pemeriksaan, kedua pelaku kini telah ditahan di sel Mapolres dengan status tersangka.
“Mereka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana dengan kekerasan sebagai pemberatan. Ancaman hukumannya diatas lima tahun pidana,” tandas Suwondo. (tom/fun)