Mengajari Anak agar Lebih Sabar

Kehidupan anak-anak menjadi sumber cerita yang inspiratif bagi Dian Christanti. Cerita petualangan mereka saat bermain, akhirnya dituangkan dalam cerita berjudul Belajar Sabar.

RIDHOWATI SAPUTRI, Probolinggo

Anak-anak usia dini bisa menjadi sumber inspirasi untuk menulis cerita bergambar. Bahkan, tidak jarang anak-anak semakin tertarik dengan sebuah cerita karena sama dengan pengalaman mereka.

Hal inilah yang dirasakan oleh Dian Christianti, Guru KB Mater Dei. Cerita bergambar yang berjudul Belajar Sabar ini terinspirasi dari pengalaman murid-muridnya.

“Idenya dari siswa dan anak saya sendiri. Mereka harus diajari tentang sabar. Karena anak-anak zaman sekarang kan kurang pandai bersabar,” ujarnya.

Dian –biasa disapa- menuturkan, cerita ini mengisahkan tentang siswa yang senang bermain layang-layang. Kemudian layang-layang yang dia terbangkan tersangkut ke pohon.

“Layang-layangnya nyangkut di pohon. Anak ini mau ambil layangan. Sebenarnya dia minta tolong pada temannya. Tapi temannya tidak dengar. Akhirnya dia memanjat pohon dan terjatuh. Ini, karena dia tidak sabar,” ujarnya.

Proses pembuatan cerita bergambar ini memerlukan waktu sekitar tiga minggu. “Ini, kurang lama sebenarnya pengerjaannya. Sekitar tiga minggu menyelesaikan,” ujarnya.

Menurut Dian, ada proses seleksi yang harus dia lalui agar terpilih mengikuti PAUD Award Kota Probolinggo 2018. “Saya sebenarnya tidak percaya diri karena tidak bisa gambar. Apalagi gambar orang. Tapi, ternyata mendapat kepercayaan dari kepala sekolah dan teman-teman,” ujarnya.

Bahkan, sekolah sampai mendatangkan pelatih untuk mengajarkan teknik menggambar. “Saya juga banyak mendapat semangat dan dorongan dari teman-teman,” ujarnya.

Di sisi lain, menurut Dian, membacakan cerita bergambar bukanlah hal yang baru di KB Mater Dei. “Di sini ada perputakaan kecil di tiap kelas. Tujuannya adalah agar siswa senang pembaca,” ujarnya,

Membacakan cerita bergambar juga jauh lebih efektif untuk mengajari siswa. “Anak-anak suka dengan cerita bergambar. Mereka suka dengan warna-warninya. Lebih mengena dan lebih masuk daripada bercerita biasa tanpa ada media gambar,” ujarnya.

Cerita bergambar karya Din ini, juga telah dipraktikkan di kelas KB dan TK Mater Dei. “Mereka sangat senang dan lebih respek. Apalagi dengan cerita layang-layang yang memang mereka suka,” ujarnya. (hn)