Usai Relokasi PKL Semarak, Alun-Alun Kraksaan Belum Steril PKL

KRAKSAAN – Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Semarak ke sentra PKL Semarak di belakang Masjid Ar-Raudhah Kota Kraksaan, ternyata tak membuat alun-alun steril dari PKL. Saat ini, makin banyak saja PKL liar yang berjualan di sisi selatan Alun-alun Kraksaan.

Sejumlah PKL yang bersedia pindah pun menyoroti kondisi itu. Mereka menilai Pemkab tidak tegas dan lepas tangan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, para pedagang yang berjualan di sisi selatan Alun-alun Kraksaan, makin banyak. Pembelinya juga banyak karena mereka merupakan pengunjung Alun-alun Kraksaan.

Kondisi ini berbeda dengan Central PKL Semarak, di belakang masjid Agung Ar-Raudhah. Di sana, banyak PKL mengeluhkan. Sebab, pengunjung Centra PKL itu tampak sepi. Bahkan, sejumlah PKL memilih pindah dan berjualan di luar sisi timur Alun-alun Kraksaan. Alasannya, memilih lokasi yang lebih strategis.

“Pengunjung ke sini (Centra PKL Semarak) sepi. Banyak orang yang milih datang ke alun-alun. Di sana juga banyak PKL jualan,” ujar salah seorang pedagang di Centra PKL Semarak yang enggan namanya disebutkan.

Ketua Paguyuban PKL Semarak Moh. Hoiri mengatakan, ketidaktegasan Pemkab sangat disayangkan para PKL Semarak. Sebab, para PKL Semarak sudah mengikuti aturan pemkab dengan penertiban di area alun-alun. Namun, setelah direlokasi ke belakang masjid, ternyata PKL liar dibiarkan berjualan di sisi selatan alun-alun.

“Kami sudah sampaikan persoalan ini ke Camat Kraksaan. Tapi, Camat Kraksaan mengarahkan ke Disperindag. Karena bukan ranahnya kecamatan. Pas mengadu ke Disperindag, malah diminta membuat surat resmi,” katanya (19/8).

Mendapati itu, Hoiri mengaku langsung membuat surat resmi. Namun, sejauh ini belum ada tindakan dari Disperindag. Malah PKL yang berjualan di sisi selatan alun-alun makin banyak. “Di Centra PKL Semarak sepi pengunjung. Karena pengunjung sudah dihadang di sisi selatan alun-alun. Orang juga datang tujuannya ke alun-alun, bukan Centra PKL Semarak,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Kraksaan Edi Suyanto belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui telepon, tak ada respons. Sedangkan, Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi membantah pemerintah lepas tangan ataupun tidak tanggung jawab.

Ia mengaku, pihaknya sudah menindaklanjuti surat aduan dari ketua paguyuban PKL Semarak. Salah satunya mengajak Satpol PP rapat koordinasi. Sebab, penertiban itu menjadi ranah Satpol PP.

“Sudah kami tindak lanjuti dan sudah ada koordinasi dengan Satpol PP, Jumat kemarin. Secepatnya akan ditindak dengan penertiban oleh Satpol PP,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi membenarkan sudah berkoordinasi dengan Disperindag dan Dinas Lingkungan Hidup. Hasilnya, disepakati para pedagang itu merupakan PKL liar dan tidak berada di bawah binaan Disperindag.

“Tinggal menentukan waktunya untuk penertibannya. Sekarang kami koordinasi internal untuk penertiban itu,” ujarnya. (mas/rud)