KPAI Pertanyakan Bantuan Rp 25 Juta untuk TK yang Sempat Tuai Polemik

PROBOLINGGO-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus menyoroti kasus pawai HUT RI, bocah-bocah TK yang kenakan cadar dan menenteng “Senjata” di Kota Probolinggo. Yang terbaru, KPAI menyoroti langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberi bantuan pada TK Kartika V.

Seperti diketahui, pawai HUT RI yang dibawakan TK Kartika V-69 menuai sorotan. Sebab, sejumlah bocah TK dibawah naungan Kodim 0820 itu mengenakan cadar dan menenteng mainan senjata AK-47.

Saat Mendikbud Muhadjir Effendy datang ke Kota Probolinggo, Minggu (19/8) lalu, Kemendikbud memutuskan memberikan bantuan pada sekolah setempat. Yakni duit tunai Rp 25 juta.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti menyatakan, pihaknya akan meminta penjelasan Kemendikbud terkait pemberian bantuan Rp 25 juta pada TK Kartika V-69 itu.

Menurutnya, ada masyarakat yang menilai TK yang membuat heboh kok malah diberi bantuan uang tunai. “Anggapan seperti itu wajar dan tidak bisa disalahkan,” jelasnya di Jakarta seperti yang dilansir Jawa Pos.

MOMEN KURANG PAS: Mendikbud Muhadjir Effendy saat memberi bantuan ke TK Kartika V-69. (Dok. Radar Bromo)

Menurut Retno, pemberian bantuan itu layak disoroti. Sebab, diberikan pada waktu yang kurang pas. Atau saat sekolah setempat menuai polemik terkait pawai viral bocah-bocahnya yang mengenakan cadar dan menenteng senjata.

Retno menyebutkan, KPAI berencana datang ke Probolinggo untuk menggali informasi secara detail. Sebab, mereka harus menjawab pengaduan yang masuk ke KPAI terkait kasus itu. “Kami tentu menghormati hasil dari polisi dan TNI. Tapi, KPAI juga memiliki kewenangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kemendikbud dalam rilisnya berharap agar TK Kartika lebih banyak membuka diri kepada masyarakat sekitar. TK yang memiliki 55 murid dan 15 guru itu dinilainya masih dapat menampung lebih banyak lagi siswa.

Untuk itu pihaknya memberikan bantuan sebesar Rp 25 juta untuk diberikan kepada calon-calon murid dari kalangan kurang mampu di sekitar sekolah. “Mohon dana ini dimanfaatkan untuk menambah akses anak-anak tidak mampu di sekitar TK ini agar dapat bersekolah di sini,” jelas Mendikbud Muhadjir Effendy. (wan/kim/JPK)