Cangkul Sawah, Warga Prigen Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno

BENDA BERSEJARAH?: Tumpukan batu bata yang ditemukan terpendam di sawah milik Prawoto, warga Candiwates. Sebagian batu bata itu terlepas dan ditumpuk di samping bangunan. (Foto: Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Related Post

PRIGENWarga Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan dihebohkan dengan temuan tumpukan batu bata merah. Batu bata itu diduga benda bersejarah.

Tumpukan batu bata itu ditemukan di areal pesawahan, Dusun Kalongan RT 27/ RW 08, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen. Batu bata itu ditemukan di lahan milik Prawoto, 40, warga setempat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tumpukan batu bata itu sejatinya sudah ditemukan Minggu pagi (19/8) lalu oleh Prawoto. “Saya mencangkul untuk menggemburan sawah. Saat itulah, saya menemukan tumpukan batu bata merah ini. Dari kondisinya, terlihat bukan batu bata baru,” terang Prawoto, sang pemilik sawah saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di rumahnya.

Saat mengetahui ada tumpukan batu bata, Prawoto memutuskan untuk terus menggali. Saat menyadari tumpukan batu bata itu seperti membentuk bangunan, ia pun memutuskan untuk berhenti menggali.

Ia akhirnya melaporkan ke pemerintah desa (pemdes) Candiwates, Selasa (21/8) atau dua hari berselang. “Batu bata merahnya sebagian sudah ada yang lepas dari tumpukan. Saya tumpuk lagi di sampingnya. Jumlahnya sekitar 36 batu bata. Untuk tumpukan besarnya, masih terpendam di tanah,” jelasnya.

Ukuran rata-rata batu bata merah itu, pajangnya sekitar 34 sentimeter dan lebarnya 20 sentimeter. Bangunan batu bata yang tertanam di tanah sendiri panjangnya sekitar 4,5 meter dan lebarnya 80 sentimeter.

“Kalau melihat bentuk dan ukurannya, serta tatanan tumpukannya. Sepertinya benda bersejarah, persisnya seperti apa saya kurang tahu,” jelasnya.

Lokasi temuan tumpukan batu bata itu sendiri, masih satu desa dengan lokasi Candi Jawi, Prigen. Warga pun menduga, batu bata kuno itu juga terkait dengan keberadaan candi Jawi. (zal/mie)