Potensi Gempa Pantura Kecil, BMKG Tetap Minta Warga Waspada

PROBOLINGGO – Bencana alam gempa bumi yang bertubi-tubi terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat sejumlah warga di Probolinggo, juga waswas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pandaan memastikan di Jawa Timur juga berpotensi terjadi gempa meski skalanya kecil.

Kepala BMKG Pandaan Suhardi mengatakan, potensi gempa di Jawa Timur, juga ada. Gempa yang dominan tinggi potensinya di aliran pantai selatan. Sebab, di sana ada lempengan Indo-Australia dan Eurasia. “Berbicara potensi gempa di Jawa Timur, juga ada. Yaitu, di daerah Jawa Timur bagian selatan. Di sanalah tempat tumpukan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia,” ujarnya, Selasa (21/8).

Menurutnya, dua lempengan itulah yang bisa mengakibatkan terjadinya gempa. Karena adanya lempengan itu, di selatan Pulau Jawa gempa bisa lebih sering terjadi dibanding di utara Pulau Jawa. Karenanya, Suhardi mengimbau masyarakat tetap waspada.

“Lautan setelan Jawa Timur memang sering terjadi gempa. Meski berkekuatan 4,00 dan 3,00 Skala Richter, tapi itu sebagai tanda di daerah itu sering terjadi gempa. Karena itu, masyarkat harus tetap siaga dan waspada. Sebab, masyarakat yang hidup di wilayah itu memang hidup di daerah yang sering terjadi gempa,” ujarnya.

Berbeda dengan di pantai utara. Menurut Suhardi, di sana juga ada potensi gempa. Namun, tidak sesering di pantai selatan. “Di pantura (pantai utara) ada, tapi tidak sebesar di pantai selatan. Sebab, besar penggeraknya hanya berkelas lokal,” ujarnya.

Suhardi mengatakan, sebenarnya bencana gempa tidak berbahaya. Yang berbahaya, bangunan yang tidak tahan gempa. Sehingga, bisa menyebabkan terjadinya korban jiwa. Karenanya, bagi masyarakat yang bermukim di daerah rawan gempa hendaknya memikirkan dengan matang saat membangun rumah. Sebab, itu akan menjadi pelindung bagi penghuninya. (sid/rud)