Ditertibkan Satpol PP, Begini Curhat PKL di Alun-alun Kraksaan

KRAKSAAN – Satpol PP Kabupaten Probolinggo telah menertibkan pedagang keliling di sisi selatan Alun-alun Kota Kraksaan. Minggu (26/8), kondisi alun-alun sudah bersih dari pedagang keliling. Namun, saat penertiban dilakukan, pedagang keliling meminta tidak tebang pilih. Mereka menuntut pedagang di sisi timur Alun-alun Kraksaan, juga ditertibkan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sisi selatan Alun-alun Kraksaan sudah bersih dari para pedagang keliling. Adanya hanya pengunjung yang tampak bersantai dan menikmati fasilitas alun-alun. Sedangkan, di sisi timur alun-alun tampak sejumlah pemilik kios menggunakan trotoar jalan untuk berjualan.

Salah satu pedagang keliling, Andi Agustiawan, 42, mengatakan, dirinya siap dipindahkan ke Centra PKL Semarak. Asal, PKL lama menerima dan tidak keberatan. Serta, perlu juga ada penertiban pedagang di sisi timur alun-alun. “Pemerintah jangan membiarkan hukum tumpul ke atas tajam ke bawah, karena kami di sini untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Tim Reaksi Cepat Satpol PP Kabupaten Probolinggo Budi Utomo mengatakan, penertiban dilakukan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11/2012 tentang Penataan PKL. Di mana, Alun-alun harus bersih dari pedagang kaki lima. “Terkait permintaan pedagang liar kami akan koordinasikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdangagan,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Paguyuban PKL Semarak Moh. Hoiri mengatakan, penertiban pedagang itu sudah sesuai aturan. Terkait kios yang ditempati itu sesuai izin dari pemerinta daerah. “Saya tidak menutup jalan trotoar. Pejalan kaki masih bisa. Yang tidak boleh memang menggelar tikar di trotoar,” ujar lelaki yang berjualan di kios sisi timur alun-alun itu. (mas/rud)