Santriwati yang Ngaku “Dikerjai” Pengasuhnya, Cabut Laporan Polisi

KRAKSAAN–AS, 20, santriwati salah satu pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, yang mengaku “dikerjai” pengasuh ponpesnya, mencabut laporannya di Polres Situbondo. Alasan pencabutan laporan itu, karena kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Pencabutan laporan itu dibenarkan Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Maskur, Selasa (28/8). “Keluarga korban telah mencabut laporannya. Dengan begitu, proses penyelidikan pun dihentikan,” terangnya.

Karena laporan dicabut, maka Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Situbondo pun menerbitkan surat perintah penghentikan penyelidikan (SP3). Pencabutan laporan itu, secara otomatis menghapus nomor laporan polisi yang dibuat sebelumnya.

Maskur menjelaskan, pihaknya selaku penyidik tidak dapat memaksakan ataupun mengintervensi korban untuk tidak mencabut laporannya. Karena kasus tersebut termasuk delik aduan. “Kami tidak bisa menahan apalagi memaksa untuk tidak mencabut laporan. Karena jika ada laporan masuk, diterima, dan diproses,” terangnya. “Pengakuan keluarga korban, kasus itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan di Probolinggo. Itu saja alasannya,” ujarnya. (mas/rf/mie)