Beredar Video Klarifikasi Keluarga Pelapor Asusila Pengasuh Ponpes

KRAKSAAN – Mencabut laporan ke kepolisian rupanya dinilai belum cukup bagi keluarga AS. Selasa (28/8), juga beredar video penjelasan mengenai kasus yang dialami oleh AS, yang sebelumnya mengaku “dikerjai” oleh pengasuh pondok pesantren (ponpes)-nya.

Video itu disampaikan keluarga korban. Dalam video tersebut, ada seorang laki-laki yang memakai peci putih. Pria tersebut mengaku sebagai BD, ayah AS. Ada seorang perempuan berjilbab hijau tosca yang diduga adalah ibu AS. Di tengah, ada seorang perempuan muda bercadar yang diduga adalah AS.

Dalam video berdurasi 48 detik itu, BD mengaku jika kasus yang terjadi hanya salah paham. Bahkan, pria tersebut meminta maaf. “Saya bapak BD (menyebut nama sendiri, Red), bapak kandung dari putri kami yang bernama AS (menyebut nama anaknya, Red). Kami ingin meluruskan permasalahan yang terjadi pada anak saya dengan HS (menyebut nama pengasuh ponpes), pengasuh ponpes (menyebut nama ponpes),” katanya.

“Telah terjadi salah paham, sudah  selesai secara kekeluargaan. Dan kami ingin minta maaf yang sebesar-besarnya pada semua pihak,” imbuh BD dalam video tersebut.

Video itu menyebar melalui WhatsApp Group (WAG) wartawan. Sampai Selasa malam, belum terkonfirmasi apakah keterangan itu benar disampaikan oleh keluarga korban atau tidak. Namun yang pasti, merujuk pada keterangan Kasatreskrim Polres Situbondo, laporan dicabut dan kasus diselesaikan secara kekeluargaan.

HS, pengasuh ponpes yang menjadi terlapor belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon, tak kunjung diangkat.

Diketahui sebelumnya, AS, 20, santriwati salah satu ponpes di Kecamatan Krejengan, mengaku “dikerjai” pengasuh ponpesnya. Minggu siang (26/8), korban asal Kecamatan Kraksaan itu melapor ke SPK Polres Probolinggo. (mas/rf/mie)