Penampilan Duta Filipina Disorot Dewan, Ini Kata Panitia Semipro

MAYANGAN-Sorotan dewan soal adanya tarian dari duta Filipina di opening Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2018 langsung direspons pemkot setempat. Pemkot pun meminta maaf atas insiden tersebut.

Pihak panitia mengaku, kecolongan. Suciatiningsih, kabid Promosi Wisata di Disbudpar Kota Probolinggo menjelaskan, penari dari tim Filipina itu diisi mahasiswa yang menampilkan kesenian yang sama dalam event di Banyuwangi. “Yang menentukan jenis tarian adalah penari. Tarian ini juga ditampilkan di Banyuwangi,” ujarnya.

Menurut Suci, sebelum tampil, para penari asal Filipina ini menggunakan semacam sarung sebagai penutup tubuh. Namun, saat atraksi sarung tersebut dibuka.

Sementara itu, Budiono Wirawan, ketua Panitia Semipro 2018 saat dikonfirmasi tidak menduga ada penampilan terbuka dari tim Filipina. “Panitia mohon maaf apabila hal itu dianggap tidak etis, tidak sopan, dan membuat masyarakat tidak nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, saat tahapan perisiapan, para penari berpenampilan sopan. Bahkan, saat geladi resik di tenda persiapan, juga tidak seperti yang ditampilkan.

“Penari laki-laki memakai pakaian adat seperti sarung. Kami tidak menyangka ketika di panggung sarung tersebut dibuka,” ujarnya.

Diketahui, penampilan duta dari Filipina di opening Semipro disorot Dewan. Busana yang dikenakan dinilai terlalu vulgar. (put/hn)