Adu Cepat Karapan Sapi di Lahan Berlumpur Jadi Magnet

KANIGARAN – Adu cepat sapi karapan di lahan berlumpur, dijamin bakal tambah seru. Tradisi yang diberi nama karapan sapi brujul ini rutin digelar di Probolinggo.

Ajang karapan sapi brujul pun jadi agenda rutin yang digelar tiap event seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) digelar. Ajang ini pun selalu menarik animo warga.

Hal itu seperti yang terlihat Minggu siang di lapangan jalan Kiai Syafi’i. Penonton nampak menyemut. Teriknya matahari, tak menyurutkan warga untuk melihat ajang tersebut.

Pramito Legowo, Kabid Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif di Disbudpar Kota Probolinggo menuturkan, peserta karapan sebenarnya tidak hanya dari kota. Namun, juga dari Kabupaten Probolinggo.

“Tapi, peserta dari Kabupaten Probolinggo tidak datang. Mereka tidak ikut proses pemeriksaan sapi yang mengharuskan peserta datang. Akhirnya, mereka tidak bisa ikut,” ujarnya.

Meskipun akhirnya hanya diikuti peserta dari kota, kemeriahan Karapan Sapi Brujul tidak berkurang. Terbukti, ratusan warga memadati lapangan di Jalan Kyai Syaffi.

Tidak hanya warga yang tertarik menonton. Puluhan pecinta fotografi datang di acara ini. Mereka berebut mencari posisi paling strategis untuk mengambil momen karapan yang paling menarik.

Hampir tiap tahun para pencinta atau komunitas fotografi selalu menunggu acara ini. “Karapan sapi brujul adalah budaya khas lokal Kota Probolinggo. Karapan ini berawal dari kegiatan petani membajak sawah mereka. Agar kegiatan membajak menyenangkan, dilakukan karapan ini,” jelas Pramito. (put/hn)