Listrik Padam 9 Jam, Eratex Pulangkan Karyawan

PAITON – Pemadaman total atau blackout terjadi di Pulau Bali dan sebagian wilayah Jawa Timur (Jatim), termasuk Probolinggo, Rabu (5/9). Listrik mulai padam sekitar pukul 11.30 dan baru kembali menyala sekitar pukul 20.30. Artinya, warga merasakan hidup tanpa listrik sekitar 9 jam.

Dampak pemadaman listrik itu sangat terasa. Pabrik garmen PT Eratex Djaja misalnya, terpaksa berhenti berproduksi gara-gara listrik padam. Karena tidak berproduksi, perusahaan memutuskan untuk memulangkan sekitar empat ribu karyawan.

Manager Human Resources Department (HRD) PT Eratex Djaja Sahri Trigiantoro mengatakan, perusahaan terpaksa memulangkan karyawan karena tidak ada kejelasan kapan listrik kembali menyala. Tentu, peristiwa ini membuat perusahaan tersebut mengalami kerugian. Hanya saja, pihaknya belum memastikan berapa besaran kerugian tersebut.

“Di shift pertama sekitar 4 ribuan bagian produksi hanya kerja setengah hari, jadi sekitar pukul 12.00 kami pulangkan. Sedangkan untuk shift malam masih melihat perkembangannya. Untuk biaya kerugian kami tak bisa menyebutkan dan belum dihitung. Yang jelas kami rugi,” terangnya.

Sahri –sapaan akrabnya– mengaku perusahaan memang memiliki genset. Namun, genset yang tersedia tidak mampu mengalirkan daya untuk produksi. “Gensetnya hanya untuk penerangan dan kebutuhan kantor saja,” tandasnya.

Berbeda dengan Eratex, aktivitas pekerja di PT KTI normal. Manajer Muda dan Personalia Firdaus mengungkapkan, pihaknya belum menerima laporan adanya kendala. “Kemungkinan tidak ada masalah. Entah sudah diatasi dengan genset atau dengan cara lain,” singkatnya. (rpd/mie)