Petani Bawang Wadul Disperindag, Ini Keluhannya

KRAKSAAN – Meski sudah dibuat kesepakatan, masih ada pedagang bawang merah di Pasar Bawang Dringu, yang tidak memenuhi aturan tentang plasi. Karena itu, sejumlah petani bawang merah wadul ke kantor Diperindag Kabupaten Probolinggo, Rabu (5/9).

Mereka wadul, masih ada oknum pedagang di Pasar Bawang membeli bawang merah dengan plasi 11 persen. Padahal kesepakatannya 10 persen per kuintal.

Ikhsan Wahyudi, salah seorang petani bawang dari Kecamatan Dringu mengatakan, di pasar masih ada oknum pedagang yang nakal. Yaitu, mengambil plasi 11 persen per kuintal atau lebih besar dari kesepakatan.

“Kedatangan kami ini menindaklanjuti kesepakatan yang telah dibuat Senin (3/9) lalu. Kenyataannya di lapangan masih ada oknum pedagang yang ambil plasi sekitar 11 persen per kuintal,” ujarnya.

Ikhsan –panggilannya- pun minta agar hal itu segera ditindaklanjuti. “Ini kan tidak benar, jadi kami melapor agar segera diatasi. Dan, Alhamdulillah laporan kami diterima dan secepatnya akan diproses,” terangnya.

Kadisperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaedi menegaskan, sudah menerima laporan petani tentang oknum pedagang yang melanggar kesepakatan plasi. Menurutnya, ada salah paham penafsiran dari oknum pedagang.

Sebab, pedagang biasa menimbang 1 kuintal sekitar 120 kilogram. Karena itu, dibuat kesimpulan bahwa 10 persennya sekitar 11 kilogram untuk plasi.

“Ada kesalahan persepsi di sini. Ada oknum pedagang yang membuat hitungan sendiri. Jadi, nanti akan kami berikan pemahaman agar tidak membuat hitungan sendiri,” terangnya.

Selain masalah itu, Mahbub memastikan, 90 persen pedagang di Pasar Bawang Dringu telah menaati kesepakatan plasi 10 persen. Hanya beberapa oknum yang belum.

“Karena itu, kami akan memerintahkan kepala pasar bawang agar bisa memahamkan pada yang belum paham. Jadi, jangan sampai ada pedagang yang buat penafsiran sendiri,” terangnya. (sid/hn)