Peras Ayah Tersangka yang Terjerat Kasus Perkosaan, Lelaki Ini Justru Divonis 2 Tahun 7 Bulan

BANGIL – Terdakwa kasus pemerasan, Donar Hadi Purba Aroma, 36, warga Kelurahan Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, harus meringkuk lebih lama di penjara. Itu, setelah majelis hakim PN Bangil menyatakan dia bersalah. Ia dianggap melanggar pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.

Atas perbuatannya itulah, hakim menghadiahinya hukuman 2 tahun 7 bulan. Vonis itu dijatuhkan Ketua Majelis Hakim PN Bangil Aswin dalam persidangan, Senin (10/9). Aswin memandang, kalau Donar -sapaan akrab terdakwa– terbukti telah sah melakukan perbuatan pemerasan.

“Menjatuhkan hukuman 2 tahun 7 bulan terhadap terdakwa,” kata Aswin dalam persidangan tersebut. Putusan tersebut, jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan yang dilayangkan JPU Kejari Kabupaten Pasuruan Andi Hamzah. Karena dalam persidangan sebelumnya, Andi menuntut terdakwa hukuman 5 tahun penjara.

Beberapa hal menjadi pertimbangan majelis hakim, terdakwa berlaku sopan ketika di persidangan. Selain itu, ia juga belum pernah dihukum. Serta, masih memiliki tanggungan keluarga. “Hal yang memberatkan, terdakwa berbelit-belit dalam persidangan,” pungkas Aswin.

Atas putusan itulah, JPU memilih pikir-pikir. Sementara penasihat hukum terdakwa, Bramantio memilih hal yang sama. Bram –sapaan akrabnya– mengaku kecewa dengan putusan hakim tersebut. Ia memandang, putusan tersebut tidak relevan.

“Karena banyak kasus pengancaman yang lebih parah, dengan sajam hanya divonis 1,5 tahun. Begitu pun dengan tuntutan JPU, yang terlalu tinggi, mencapai lima tahun. Kami akan melakukan upaya hukum banding atas perkara ini,” sampainya.

Kasus dugaan pemerasan tersebut bermula dari kasus dugaan pemerkosaan. Pelaku pemerkosaan itu adalah anak Samawi, yakni Mujtabah, 23. Mujtabah disebut-sebut telah melakukan pemerkosaan terhadap RS, 19, warga Purwodadi, 14 Januari 2018. Gara-gara itulah, Mujtabah dipenjara.

Samawi berusaha menempuh jalur perdamaian, dengan jalan menikahkan anaknya dengan RS. Namun, oleh pihak Donar Hadi, yang masih kerabat RS, kedatangan Samawi menjadi kesempatan untuk meraup keuntungan.

Ia ditengarai memeras Samawi dengan dalih bisa meringankan hukuman Mujtabah. Tersangka meminta uang kepada korban sebesar Rp 30 juta. Apabila tidak diberi, Mujtabah yang jadi tersangka dalam perkara di Polsek Purwodadi, akan dihukum selama 18 tahun bahkan sampai 30 tahun.

Karena ketakutan, korban kemudian memberi uang. Nilainya Rp 10 juta. Sisanya, akan dibayar menyusul. Namun, karena merasa menjadi korban pemerasan, Samawi kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan. Dari laporan itulah, pihak kepolisian menindaklanjutinya dengan melakukan penangkapan terhadap Donar Hadi.

Donar ditangkap 26 April 2018. Hingga akhirnya ia menjalani persidangan dan dinyatakan bersalah. (one/fun)