Bawaslu Deteksi 274 Pemilih Ganda di Kabupaten Probolinggo

KRAKSAAN – Adanya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diduga ganda dan data berpotensi invalid juga terjadi di Kabupaten Probolinggo. Diperkirakan ada 274 pemilih ganda atau invalid.

Karenanya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo melakukan verifikasi ulang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Ahmad Nasaruddin Lathif mengatakan, adanya rekomendasi verifikasi ulang itu menindaklanjuti temuan Bawaslu RI. Dalam temuannya, Bawaslu RI memperkirakan ada 2 juta lebih pemilih ganda dalam DPT Pemilu 2019.

Menurut Nasaruddin, di Kabupaten Probolinggo juga diperkirakan terdapat pemilih ganda dalam DPT. Karenanya, pihaknya merekomendasikan KPU melakukan verifikasi ulang. “Ada sekitar 274 pemilih yang kami rekomendasikan ke KPU untuk diverifikasi ulang karena diduga invalid atau ganda,” ujarnya (12/9).

Karena adanya potensi itu, Nazar mengatakan, pihaknya mengharuskan KPU mencermati dan menyempurnakan DPT-nya. Menurutnya, temuan itu setelah adanya penetapan DPT tingkat nasional pada 5 September 2019. “Kami juga minta KPU Kabupaten Probolinggo mencermati proses rekapitulasi jumlah DPT Pemilu 2019,” ujarnya.

Mendapati itu, Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Muhammad Zubaidi mengatakan, pihaknya sudah menerima rekomendasi dari Bawaslu soal dugaan pemilih ganda itu. Karenanya, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan mencermati ulang DPT. “Besok (Kamis, 13/9, Red) kami akan adakan rapat pleno soal rekomendasi DPT ganda dari Bawaslu itu. Nanti akan disampaikan dalam rapat pleno,” ujarnya.

Diketahui, setelah melalui proses panjang, KPU Kabupaten Probolinggo, akhirnya menetapkan DPT Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2019. Bulan kemarin, DPT di Kabupaten Probolinggo ditetapkan ada 857.341 pemilih. Jumlah ini lebih tinggi dibanding DPT Pemilihan Bupati (Pilbup) Probolinggo 2018 yang hanya 845.901 pemilih.

DPT Pileg-Pilpres 2019 mencapai 857.341 orang. Terdiri atas 415.569 pemilih laki-laki dan 441.772 pemilih perempuan. Angka DPT ini diperoleh setelah dikurangi pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebanyak 4.238 pemilih. Serta, ditambah pemilih baru sebanyak 2.627 orang. (mas/rud)