Desa Martopuro Jadi Sentra Pertanian Jagung, Lebih Banyak Dari Padi

Bertanam jagung kini menjadi primadona mayoritas petani di Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Bahkan, petani menggunakan dua dari tiga kali musim tanam selama setahun untuk bertanam jagung. Seperti apa?

RIZAL FAHMI SYATORI, Purwosari

Sepanjang mata memandang, lahan jagung terhampar di Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Tidak heran. Di Martopuro, lahan jagung memang lebih banyak daripada padi. Penyebarannya pun merata di delapan dusun yang ada. Bahkan, bisa dikatakan, Martopuro merupakan salah satu sentra penghasil jagung di Purwosari.

Kades Martopuro Muntoha mengatakan, dulu pertanian di Martopuro didominasi padi. Namun, kini bergeser ke jagung. “Dulu padi mendominasi, sekarang bergeser ke jagung. Perbandingannya 40 banding 60. Lebih banyak jagung daripada padi,” jelasnya.

Di Martopuro sendiri, luas areal pertanian mencapai sekitar 364 hektare. Saat musim hujan, lahan pertanian ditanami padi untuk satu kali musim tanam. Lalu di dua musim tanam berikutnya, warga mayoritas ganti menanam jagung.

“Banyak yang tanam jagung karena perawatannya lebih mudah. Juga lebih murah daripada padi. Bahkan, harga jual jagung lebih mahal,” tuturnya.

Tidak heran, di lapangan hasil panen jagung lebih banyak selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, jagung hasil panen Martopuro sudah punya pasar sendiri. Ada yang dijual ke pasar, ke tengkulak, dan ada juga yang dibeli pabrik.

“Saat ini, harga jual jagung dalam bentuk bijian atau kupas per kilogramnya sekitar Rp 4.800. Bisa kami sebut sekarang jagung menjadi pertanian utama di desa kami selain padi,” imbuhnya.

Pemdes Martopuro sendiri menurutnya, memberikan perhatian khusus atas potensi jagung ini. Pemdes pun memberikan dukungan dengan cara membangun jalan akses pertanian. Juga mengupayakan pelatihan dan sarpras pendukung lainnya.

“Sektor pertanian memang mendapat perhatian tersendiri dari kami. Sebab, selain jadi perekonomian utama separo lebih warga, juga produk pertanian unggulan desa ini,” tegasnya. (fun)