Meski Diperketat Madin Terus Bertambah, Tahun Ini Ada 63 Pemohon Izin Madin Baru

PASURUAN – Pengetatan perizinan pendirian madrasah diniyah (madin) di Kabupaten Pasuruan, tak membuat para pendidik keder untuk mendirikan madin. Tahun ini, sampai berita ini ditulis, tercatat ada 63 pemohon pendirian madin baru.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Pasuruan Achmad Sarjono mengatakan, ada 63 pengajuan legalitas madin baru. “Dari jumlah itu, 13 madin sudah terbit izinnya dan sisanya masih dalam proses,” ujarnya.

Menurutnya, pengajuan izin pendirian madin masih cukup tinggi. Tahun kemarin, ada tambahan 107 madin baru yang sudah berizin. Sampai akhir 2017, jumlah madin yang sudah resmi di Kabupaten Pasuruan mencapai 1.391 unit. Bila ditambah dengan yang sudah dapat izin tahun ini, 13 unit, total menjadi 1.403 madin.

Achmad Sarjono mengatakan, jumlah pemohon izin pendirian madin memang terus tinggi. Meski syarat mendapatkan izin makin ketat. Di antaranya, madin yang mengajukan izin wajib sudah memiliki gedung sendiri dan tidak boleh numpang di lembaga lain. Serta, harus sudah beroperasi minimal 2 tahun, mempunyai 4 guru, dan memiliki minimal 60 siswa.

Selain itu, agar tidak ada permasalahan di lapangan, Kemenag juga menertibkan lokasi madin. Yakni, jarak antar-madin minimal 1 kilometer. “Ini, untuk mengurangi adanya permasalahan, seperti rebutan murid dan kalau memang dibutuhkan harus ada rekomendasi dari desa,” ujarnya.

Achmad Sarjono mengaku, sejatinya Kemenag sudah meminta adanya moratorium legalitas madin ke Kemenag Pusat. Namun, karena merupakan kegiatan berbasis masyarakat, Kemenag Pusat melarang adanya pembatasan. “Sehingga, langkah kami tetap memberikan pengetatan. Seperti sudah memiliki gedung agar yang terlegalitas benar-benar yang sudah siap beroperasi penuh,” ujarnya.

Menurut Achmad Sarjono, sejauh ini jumlah madin yang terlegalitas mencapai 1.403 unit. Dari jumlah itu sejatinya sudah cukup tinggi. Karena idealnya jumlah madin sama seperti total jumlah sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) se Kabupaten Pasuruan yang mencapai 1.007 unit. (eka/fun)