Ngakunya Mau Jual Golok, Pemuda Jabon Malah Dicokok Polisi

BEJI – Jangan macam-macam bawa sajam. Apalagi, membawanya ketika malam. Bila tidak, kerangkeng jeruji besi akan menjadi hadiahnya.

Seperti yang akhirnya menimpa Hadi Santoso, 21, warga Desa Trompo Asri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Gara-gara kedapatan membawa golok, ia akhirnya ditangkap polisi.

Kanitreskrim Polsek Beji, Ipda Tatok menguraikan, tersangka ditangkap polisi Sabtu dini hari (8/9). Penangkapan itu bermula, dari giat patroli yang digelar anggota serse Polsek Beji. Saat patroli di kawasan Turirejo, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, petugas mendapati tersangka mondar-mandir menggendarai motor di jalur setempat.

Merasa penasaran, petugas kemudian melakukan penghentian. Selanjutnya, penggeledahan dilakukan. “Ketika kami lakukan penggeledahan itulah, kami menemukan sebilah pedang kecil atau golok di dalam tas yang dibawa tersangka,” kata Tatok.

Atas temuan itulah, tersangka kemudian digelandang ke Mapolsek Beji untuk dilakukan pemeriksaan. “Kami mengamankannya sekitar pukul 00.30. Karena tidak memiliki surat izin atas golok yang dibawa, kami kemudian menahannya,” tuturnya.

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, tersangka mengaku kalau dirinya hendak menjual golok tersebut. Hanya saja, orang yang ditunggu-tunggunya tak kunjung datang.

“Maunya jual golok itu. Tapi teman saya yang mau beli tidak kunjung datang,” sambungnya.

Kini, lelaki yang bekerja di salah satu pabrik di Beji ini, harus lebih lama tinggal di penjara. ancaman hukuman 5 tahun penjara menantinya. Ia disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang sajam. (one/fun)