12 Hari Amankan 100 Pelaku dalam Operasi Sikat Semeru

PASURUAN – Kasus kejahatan di wilayah Kota Pasuruan terbilang tinggi. Buktinya, ratusan pelaku kejahatan berhasil diungkap Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Hal itu dilakukan selama dua belas hari menggelar Operasi Sikat Semeru 2018. Kasus premanisme menjadi salah satu jenis kriminalitas yang tertinggi.

Rinciannya, ada sebanyak 46 kasus dengan 100 pelaku yang telah diamankan. Akan tetapi, Korps Bhayangkara saat ini tengah memproses belasan pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan puluhan pelaku lainnya tersandung kasus premanisme yang hanya dilakukan pembinaan.

Senin pagi (17/9), belasan pelaku kriminalitas yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu dipamerkan ke sejumlah awak media. Polisi juga menyampaikan sejumlah barang bukti yang telah diamankan. Di antaranya beberapa senjata tajam. Juga beberapa peralatan yang digunakan oleh pelaku curanmor.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengutarakan, pihaknya memang menentukan beberapa pelaku yang telah ditetapkan sebagai target operasi. “Jumlahnya dua pelaku yang merupakan TO kami dan sudah terungkap semua. Sedangkan yang lainnya non TO hasil dari operasi yang kami lakukan,” jelasnya.

Slamet juga menyampaikan, banyaknya kasus yang diungkap merupakan kasus premanisme. Jumlahnya ada sebanyak 37 kasus. Dalam kasus itu, polisi berhasil mengamankan sebanyak 87 pelaku. Namun, Slamet menjelaskan bahwa pelaku dalam kasus premanisme itu hanya dilakukan pembinaan.

“Upaya hukum untuk kasus premanisme hanya lebih banyak mengarah ke pembinaan intensif. Karena berkaitan dengan keberadaan mereka kerap meresahkan masyarakat,” tandasnya. (tom/fun)