Mediasi Utang-Piutang KSU Mitra Perkasa saat Sidang, Masih Buntu

MAYANGAN – Sidang perdana kasus perdata Koperasi Serba Usaha (KSU) Mitra Perkasa yang menggugat anggotanya, Zulkifli Chalik dkk berlangsung singkat. Majelis hakim memerintahkan dilakukan mediasi. Sayangnya, mediasi berjalan buntu. Kedua belah pihak tetap bertahan dengan analisisnya masing-masing.

Sidang yang dipimpin Sylvia Yudhiastika didampingi dua anggota Isnaini Imroatus Solichah dan Eva Rina Sihombing, Kamis (20/9) hanya berlangsung sekitar lima menit. Sidang kemudian ditunda untuk memberikan kesempatan pada penggugat dan tergugat melakukan mediasi.

Mediasi dilakukan di ruang mediasi pengadilan setempat. Dalam mediasi tersebut, hadir Ketua Koperasi Welly Sukarto beserta tim pengacaranya. Sementara tergugat, dihadiri kuasa hukumnya, Abdul Wahab dan timnya.

Mediasi berjalan hampir sejam, namun hasil mediasi tersebut belum ada titik temu. Karena itu, mediasi akan dilakukan kembali Kamis (27/9) pekan depan. Menurut Abdul Wahab, penasihat hukum Zulkifli, dalam aturan harusnya mediasi dilakukan dengan cara menghadirkan seluruh orang yang terlibat dalam perkara.

Yakni, pihak tergugat dan penggugat. Sehingga, dalam mediasi pertama, belum ada kesepakan apapun itu. “Jadi, mediasi baru akan dilakukan setelah klien saya turut hadir, serta juga seluruh anggota koperasi,” terangnya.

Senada dengan Abdul Wahab, Putut Gunawan, penasihat hukum KSU Mitra Perkasa mengungkapkan bahwa dalam mediasi pertama masih belum ada titik temu. Diharapkan pada mediasi berikutnya ada titik temu, sehingga tidak sampai pada persidangan.

“Kalau sesuai aturan mediasi dilakukan 30 hari. Namun, kami berharap dua-tiga kali mediasi masalah sudah kelar. Jadi, tak sampai pada persidangan,” terangnya.

Aziz Zain, salah satu penasihat hukum KSU Mitra Perkasa lainnya mengatakan, pengajuan gugatan tetap dilakukan. Namun, pihaknya membuka diri jika ada penyelesaian secara kekeluargaan. Dengan catatan, tergugat membayar semua utangnya.

“Anggota koperasi ini rakyat kecil. Tolong Pak Zulkifli kasihani mereka. Kembalikan uangnya, jangan sampai seperti ini. Mereka menabung sedikit demi sedikit dan uangnya tidak bisa ditarik kerena tersandera kasus ini,” jelasnya. (rpd/rf)