Menipu Modus Upal, Komplotan Mantan Kades Diciduk

KRAKSAAN–Penipuan dengan modus uang palsu (upal) mainan kembali terjadi. Kamis (20/9) malam, Sat Reskrim Polres Probolinggo membekuk tiga pelaku jaringan pengedar upal dengan modus penipuan.

Bahkan, salah satu pelakunya adalah mantan kepala desa (kades), Sugiarto, 34,  warga Desa Gading Kulon, Kecamatan Banyuanyar. Sedangkan dua tersangka lainnya adalah Bambang Hasana Putra alias Dadang, 58, warga Kelurahan Asrikraton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dan Kusnomo, 39, warga Desa Gading Kulon, Kecamatan Bayuanyar, Kabupaten Probolinggo.

Sejumlah barang bukti pun diamankan. Yaitu, berupa uang palsu mainan dengan pecahan Rp 100.000, sebanyak 764 lembar.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto saat dikonfirmasi mengatakan, ketiga tersangka diamankan karena diduga kuat terlibat dalam kasus penipuan dengan modus menggunakan upal. Korban adalah Siswoyo Utomo, 68, warga jalan Garuda, Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

”Korban mengalami kerugian mencapai Rp 60 juta. Sedangkan barang bukti yang diamankan uang palsu pecahan Rp 100.000, sebanyak 764 lembar,” katanya.

Kasus itu dikatakan Kasat Reskrim, terjadi pada Selasa (21/8). Saat itu sekira pukul 12.30, korban dan saksi janjian bertemu dengan tersangka Dadang di sebuah rumah makan di Kraksaan.

Kemudian, korban,  saksi, dan tersangka Dadang menuju bank BCA Kraksaan untuk melakukan transaksi. Transaksi itu berupa tanda jadi pendanaan proyek perumahan sebanyak Rp 10 miliar di Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.

Proyek perumahan itu didanai uang perorangan. Dengan syarat biaya notaris 1 persen untuk pencarian dana atau Rp 100 juta. Tersangka minta korban terlibat dalam proyek ini. Keterlibatan yang diminta yaitu dengan membayar biaya notaris 1 persen. Namun, korban hanya sanggup Rp 60 juta.

Untuk melancarkan aksi penipuannya, tersangka Dadang menunjukkan uang sekitar Rp 100 juta pada korban. Dikatakan pada korban, uang itu hasil dari usaha proyek tersebut.

Agar korbannya makin percaya. Tersangka Dadang pun menyerahkan uang Rp 1 juta pada korban untuk disetorkan ke bank. Tujuannya, memastikan keaslian uang tersebut. Bahkan, akhirnya, setoran ke bank dilakukan dua kali dengan nilai total Rp 2 juta.

Karena uang yang disetor asli, korban pun terpancing. Dia menyerahkan uang Rp 60 juta pada tersangka Dadang untuk pendanaan proyek perumahan tersebut. Sebagai jaminan tersangka Dadang pada korban, akhirnya uang Rp 100 juta yang ditunjukkan sebelumnya itu diserahkan pada korban.

”Jadi dipancing dengan uang Rp 2 juta dan disetorkan ke bank. Karena asli, akhirnya korban mau menyerahkan uang Rp 60 juta itu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Atas laporan korban itu, dikatakan Kasat Reskrim, pihaknya melakukan penyelidikan. Kamis (20/9), sekira pukul 16.00, tim Buser Polres Probolinggo berhasil menangkap tersangka Dadang di Jalan Panglima Sudirman Pajarakan.

Kemudian tersangka Kusnomo ditangkap di depan Bank BRI Cabang Maron. Dan, terakhir tersangka Sugiarto ditangkap di pom bensin Klenang, Kecamatan Banyuanyar . ”Mereka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan,” terangnya. (mas/hn/mie)