Ternyata Penipu yang Nyaru TNI AL Ini Terlibat Kasus di Banyak Tempat

BANTARAN – Kasus penipuan berkedok oknum prajurit TNI Al, Bambang Junaedi, 46, terus dikembangkan penyidik Polsek Bantaran. Hasilnya, pihak kepolisian mendapati TNI gadungan ini bukan hanya melakukan penipuan di satu tempat. Sejauh ini, ada tiga korban yang mengaku dikelabuhi tersangka.

Kapolsek Bantaran Iptu Jamhari mengatakan, setelah pihaknya menangkap tersangka, ada sejumlah orang yang mendatangi kantornya. Mereka juga turut melapor dan mengaku ditipu tersangka. “Di awal penangkapan hanya satu orang yang datang ke kantor melaporkan. Ternyata setelah pelaku kami tangkap, ada warga lain yang juga mengaku ditipu pelaku,” ujarnya.

Menurutnya, warga yang mengaku juga tertipu selain warga Tempuran, Kecamatan Bantaran, juga ada warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo dan warga Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. “Itu yang mengaku. Kami masih terus akan melakukan pengembangan. Untuk mengetahui TKP mana saja yang menjadi sasaran pelaku menipu,” ujarnya.

Jamhari mengaku masih terus melakukan pengembangan. Sebab, pihaknya meyakini ada lokasi lain selain tiga lokasi atau tiga korban. “Masih kami dalami. Mungkin nanti ada yang laporan atau warga yang mengaku juga tertipu oleh pelaku,” ujarnya.

Diketahui, Selasa (18/9) lalu, Bambang Junaedi, diamankan anggota Polsek Bantaran. Warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu diamankan berdasarkan laporan Anita, 38, warga Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, ini mengak telah ditipu tersangka.

Pelapor melaporlan tersangka membeli batu bata 30 ribu biji kepadanya dan menjanjikan akan dibayar setelah barang dikirim. Tapi, setelah dikirim ternyata hanya janji yang diberikan oleh tersangka.

Menurut Jamhari, tersangka menipu dengan mengaku sebagai anggota TNI AL, yakni Peltu Bambang Hariyadi. Sehingga, membuat korban percaya dan menuruti permintaan tersangka. Kepada polisi, tersangka mengakui perbuatannya. Termasuk, saat beraksi menggunakan pakaian doreng ala tentara. (sid/rud)