Dari Video Syur, Terungkap Aksi Cabul PNS Bawaslu “Kerjai” Anak Tiri

PROBOLINGGO-Snm, 49, warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota, Minggu malam (23/9). Pria yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas di Bawaslu Kota Probolinggo itu diduga melakukan perbuatan asusila.

Ironisnya, korbannya adalah anak tirinya sendiri sebut saja Melati (nama samaran) yang masih berusia sekitar 16 tahun. Yang melaporkan adalah seorang anggota Koramil Sukapura berinisial Dd yang juga paman korban. Ia melapor ke polisi bersama TS, ayah korban.

Dd saat ditemui Radar bromo menceritakan, kasus asusila yang dialami keponakannya terungkap usai video dan foto syur sang keponakan beredar di whatsapp sejumlah teman keponakannya.

“Jadi, pertama saya menemukan foto bugil mirip keponakan saya itu bersama dengan seorang pria yang mirip ayah tirinya. Selanjutnya, saya tanyakan kepada yang bersangkutan. Ketika saya tanyakan, keponakan saya itu mengakui bahwa itu memang dirinya,” ujar Dd.

Mendapat pengakuan tersebut, emosi Dd langsung memuncak. Ia pun sempat mencari pelaku yang masih ayah tiri korban itu. “Pelaku kan bekerja di bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kota Probolinggo. Kami langsung mendatangi kantornya. Sempat ada keributan kecil. Tetapi pelaku langsung diamankan oleh pihak kepolisian dan di bawa ke Polres Probolinggo Kota,” ujar Dd.

TS, ayah kandung korban mengatakan, pelaporan yang dilakukan sebenarnya adalah idenya. TS sendiri mengetahui penyebaran foto bugil dan video itu dari nenek korban.

“Saya mengetahui bawah anak saya di begitukan (cabuli) itu dari eyangnya. Saya sangat tidak terima anak saya dibegitukan oleh pelaku,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan korban, menurut TS, pelaku melakukan hal itu ketika ia dijemput di sekolahnya. Sebab, Melati sendiri sebenarnya tinggal bersama TS. “Anak saya itu tinggal bersama saya. Dan dia sangat takut dengan ibunya. Sehingga, ketika disuruh kerumah ibunya itu ia selalu menurut. Dan berdasrkan keterangan anak saya selama SMA ini sudah dua kali dicabuli,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo Kota, Iptu Retno Utami membenarkan ada pelaporan tersebut. Minggu malam (23/9) pihaknya langsung melakukan visum kepada korban di RSUD Mohammad Saleh. “Tadi malam (Minggu malam) sudah kami lakukan Visum. Saat ini masih kami selidiki lebih lanjut untuk kasus ini,” ujar Retno. (sid/mie)