Mobil Camat Krejengan Terlibat Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan

GENDINGKecelakaan beruntun melibatkan enam kendaraan terjadi di Jalur Pantura Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Rabu siang (26/9). Salah satunya yang terlibat dalam kecelakaan ini ada Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Rachmad, 44.

Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 12.45 WIB ini. Rachmad yang saat itu mengemudi sendiri juga tidak sampai cedera. Namun, mobil Toyota Avanza-nya rusak parah di bagian depan dan belakang.

Dari data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, siang itu kondisi arus lalu lintas di lokasi kejadian cukup padat, tapi lancar. Enam kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu sama-sama melaju dari barat.

Paling depan ada mobil barang bernopol L 9976 VW yang dikemudikan Miftahul Sabri, 31, warga Kabupaten Bondowoso. Dibelakangnya, melaju pikap N 8480 NI yang disopiri Arif Yustitianto, 35, warga Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Di urutan ketiga, ada mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Camat Krejengan, Rachmad. Mobilnya diseruduk oleh mobil Suzuki Ertiga bernopol S 1829 AC dikemudikan Andri Setiawan, 39, warga Kabupaten Bojonegoro.

Ertiga ini mengalami kerusakan paling parah. Sebab, selain menyeruduk mobil Rachmad, ia juga diseruduk oleh truk bernopol L 8737 UM yang disopiri Saroni, 44, warga Kabupaten Jombang. Sedangkan, truk ini diserudik olej pikap boks bernopol L 9973 W yang kendarai Anang Purwanto, 27, warga Kota Surabaya.

Camat Krejengan Rachmad mengaku, saat itu ia usai mengikuti kegiatan di Pendapa Kabupaten Probolinggo di Kota Probolinggo. Ia hendak kembali ke kantornya di Kecamatan Krejangan.

Sesampai di lokasi kejadian, tiba-tiba mobilnya diseruduk dari belakang. “Saya tidak tahu penyebab kecelakaan beruntun ini apa. Yang pasti mobil saya rusak di bagian belakang dan depan,” ujarnya di lokasi kejadian.

Hal senada diungkapkan sopir Suzuki Ertiga, Andri Setiawan. Pria yang hendak ke Situbondo, ini mengaku melaju pelan karena arus lalu lintas padat. Namun, tiba-tiba mobilnya ada benturan keras dari belakang.

Akibatnya, mobilnya melaju lebih cepat dan menabrak mobil di depannya. “Mobil saya bagian belakang rusak berat tertabrak truk,” ujarnya.

Anang Purwanto, pengemudi pikap yang berada paling belakang mengaku melaju dengan kecepatan sekitar 50 kilometer per jam. Ia terkejut saat truk di depannya berhenti mendadak. Karena jarak sangat dekat, akhirnya tabrakan tidak dapat dihindari. “Saya tidak tahu kenapa truk di depan saya tiba-tiba berhenti. Saya sudah berusaha ngerem, tapi tidak nututi,” ujarnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Ipda I Nyoman Harayasa mengatakan, anggotanya sudah mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Semua kendaraan yang terlibat kendaraan beruntun sudah diamankan.

Pengemudinya pun dimintai keterangan. “Kami masih selidiki penyebab terjadinya kecelkaaan beruntun itu. Dugaan sementara, penyebab kecelakaan karena sopir pikap yang menabrak dari belakang lebih dulu,” ujarnya. (mas/rud/mie)