Pembuat Kue Ditemukan Tewas di Dalam Rumah Kontrakan, Tangannya Ada Bekas Luka Sayat

JADI TONTONAN: Petugas mengevakuasi jenazah Slamet yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya di Dusun Klenggoan, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Rabu (26/9) pagi. (M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo).

Related Post

REJOSO – Warga Dusun Klengoan, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, dibuat gempar Rabu (26/9) pagi. Ini menyusul ditemukannya sesosok mayat lelaki di sebuah rumah kontrakan yang ada di desa setempat.

Mayat itu diketahui adalah Slamet Pujianto, 44. Korban diketahui warga Sedengan Kidul yang sehari-hari membuka usaha catering kue. Saat ditemukan, jenazah korban berlumuran darah dan bekas ada luka sayat di tangannya.

Penemuan mayat Slamet diketahui oleh karyawannya sendiri. “Ada karyawannya yang meminta tolong karena menemukan korban bersimbah darah di pagi hari,” ujar Mahmud, warga sekitar.

Mahmud yang pernah menjadi Kades Arjosari itu mengungkapkan, selama ini Slamet memang mengontrak rumah di tepi jalan. Lokasi rumah itu berada dekat dengan pasar Ngopak. Di rumah itulah, Slamet menjalankan usaha katering pembuatan kue.

Namun, sekitar pukul 07.00, salah satu karyawannya resah, lantaran Slamet semestinya mengantar pesanan kue di Grati. Alhasil, karyawannya mengecek ke rumah kontrakannya.

Begitu tiba, kecurigaan kian kuat. Sebab, pintu rumah kontrakan Slamet, tidak terkunci. Hingga karyawannya mengecek ke dalam, dan menemukan korban sudah tergeletak tepat di depan pintu kamar, bersimbah darah.

Kontan saja pagi itu warga dibuat gempar. Polisi langsung mendatangi lokasi. Disana, petugas memasang garis polisi di sekeliling rumah.

Insiden itu juga memantik M Yunus, 69, ayah korban, datang ke lokasi. Dia tidak menyangka, anaknya yang pernah bekerja di sebuah perusahaan gula tersebut, nasibnya bakal berakhir tragis.

Yunus bercerita, seminggu yang lalu ketemu. Waktu itu Slamet biasa saja, cuma ngasih kalung ke ibunya.

“Dia (Slamet) ngasih uang ke saya Rp 50 ribu. Lalu dia minta maaf ke ibunya karena sempat kesal ke ibunya banyak utang, tapi Slamet yang nyaur,” kata Yunus sembari terisak. (tom/fun)