Kuburan Bidan Desa Dibongkar untuk Otopsi Polisi, Apa Hasilnya?

MERASA JANGGAL: Tempat pemakaman umum di Dusun Rodowo, Beji, tempat Rasni dikubur. Rabu (26/9) siang makam Rasni dibongkar untuk kepentingan otopsi. Inset: Jenazah Rasni diturunkan dari lantai dua di rumahnya di kawasan Sekargadung, pada 18 Juli silam. (Iwan Andrik-Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BEJIPembongkaran makam Rasni Firlindasari, 29, warga Desa/Kecamatan Beji yang dilakukan polisi, memang atas permintaan keluarga. Pihak keluarga menduga, dugaan awal bahwa Rasni bunuh diri, tidak sepenuhnya benar. Polisi pun menunggu hasil otopsi.

Adapun kecurigaan keluarga, disampaikan Roni Alrasyid, adik korban. Pembongkaran makam itu dilakukan untuk mengusut kematian kakaknya. Ia mencurigai, kalau kakaknya meninggal tidak murni bunuh diri. Ada indikasi kalau korban meninggal karena faktor lain.

Karena sebelum kejadian, tidak ada gerak-gerik mencurigakan dari kakaknya itu. Kakaknya bersikap seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda depresi. Hal inilah, yang membuat pihak keluarga meminta kepolisian untuk melakukan pengusutan lebih dalam.

KBO Satreskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Ahmad Jayadi menyampaikan, pembongkaran makam Rasni karena memang ada kecurigaan dari pihak keluarga, dalam kematian korban. “Ada kecurigaan kalau kematian korban tidak wajar. Pihak keluarga meminta agar dilakukan otopsi,” sampainya.

Dalam kegiatan otopsi itu, pihaknya melibatkan petugas kesehatan dari RS Bhayangkara Porong. Otopsi itu dilakukan untuk mencari bukti atas kematian korban. Hanya saja, Jayadi belum bisa membeberkan sejauh mana hasil dari otopsi. Termasuk apa saja yang didapatkan dalam kegiatan otopsi tersebut.

“Hasilnya belum bisa sekarang. Karena masih akan didalami pihak dokter,” bebernya.

Seperti yang pernah diberitakan, Rasni Firlindasari, 29, warga Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di kawasan perumahan di Kelurahan Sekargadung, Rabu (18/7) silam. Korban ditemukan pertama kali oleh suaminya, Agam Adikara, sekitar pukul 05.15.

Semula korban disebut-sebut bunuh diri. Karena dianggap mengalami depresi. Namun, pihak keluarga merasa ada kejanggalan dalam kematian petugas kesehatan di RSUD Bangil itu. Sehingga, korban meminta agar pihak kepolisian melakukan pengusutan. (one/fun)