Gugatan KSU pada 8 Pengurus dan Bank Bukopin Mulai Disidang

MAYANGAN-Gugatan Koperasi Serba Usaha Mitra Perkasa (KSU MP) pada delapan pengurus koperasi dan Bank Bukopin, mulai disidangkan, Kamis (27/9). Namun, sidang ditunda karena hanya satu tergugat yang hadir.

Sidang sendiri berlangsung sekitar 10 menit. Sidang diketuai Eva Rina Sihombing dan dibantu oleh Sylvia Yudhiastika dan Isnaini Imroatus sebagai hakim anggota. Dari tergugat, yang hadir hanya Zulkifli Chalik yang diwakili penasihat hukum (PH)-nya, Benny S. Perwakilan dari pihak turut tergugat yakni Bank Bukopin, juga hadir.

Sedangkan dari pihak penggugat hadir lengkap. Yakni, Dedy Yuniarto Widyas Pramono,  Liaison Officer (LO) serta Ihwan Nurmuslim, salah satu tim PH penggugat.

Karena hanya dihadiri satu tergugat, majelis hakim memutuskan sidang ditunda Kamis, tanggal 11 Oktober 2018 atau dua pekan dari sidang pertama. Dengan pertimbangan, salah satu tergugat ada yang dari Lumajang

“Karena tergugat ada yang dari luar kota, maka sidang ditunda dua minggu dari sekarang,” terang  ketua majelis hakim, Eva.

Ihwan Nurmuslim, salah satu PH dari tim penggugat mengungkapkan, sidan ditunda karena pihak tergugat tidak hadir. Namun, dalam sidang berikutnya, sidang akan tetap dilanjutkan tanpa perlu hadir semua tergutat.

“Tidak harus datang semuanya, jika memang nantinya yang hadir dua atau tiga pun sidang akan tetap berlanjut,” bebernya.

KSU MP sendiri, Rabu (12/9) melalui tim kuasa hukum koperasi menggugat delapan pengurus koperasi. Namun, penggugat bukan atas nama ketua sekaligus Manajer Koperasi Welly Sukarto.

Melainkan atas nama Dedy Yuniarto Widyas Pramono,  Liaison Officer (LO) pada koperasi tersebut. Ia menyerahkan ke tim yang sama, yakni Putut Gunawarman dan rekannya. Gugatan dengan nomor teregister 38 Pdt 6/2018 PN.Pbl tertanggal 12 Sptember 2018

Putut –sapaanya- sebagai kuasa hukum mengatakan, gugatan dugaan perbuatan melawan hukum tersebut didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Probolinggo, lantaran 8 pengurus KSU MP, telah mengatasnamakan koperasi, meminjam uang sebesar Rp 3 miliar tahun 2013 ke Bank Bukopin. Hanya saja uang pinjaman tersebut tidak dimasukkan ke pembukuan koperasi, tetapi digunakan untuk keperluan lain.

Adapun kedelapan anggota tersebut yakni H Zulkifli Chalik selaku mantan ketua I KSU Mitra Perkasa; H. Boedarso selaku mantan ketua II; H Panto Adi Patmodjo, mantan sekretaris I; Nuke Melila, mantan sekretaris II. Lalu, Darin Nusroh, mantan Bendahara I; Nunung Qodratillah, mantan bendahara II; Oktora Kharisma, mantan bendahara III dan Audi Firmana, mantan pengawas.

kedelapan orang itu memberikan kuasa untuk mengambil kredit atau meminjam uang ke bank. Namun, dipakai pribadi atau tidak masuk ke koperasi. Dalam kesempatan itu, Putut juga menyebut, kalau pihaknya juga turut menggugat Bank Bukopin. (rpd/hn)