Pembunuhan Waria Bos Katering, Tak Ada Barang Korban yang Hilang

REJOSO-Kasus pembunuhan kepada Slamet Pujianto alias Metty, 44, warga Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan sejauh ini masih misteri. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus itu.

Motif dugaan pembunuhan itu juga masih terus didalami. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Pasuruan Kota terus memeriksa sejumlah saksi. “Hari ini (Kamis), kami panggil 4 hingga 5 orang. Sebagian memang orang baru yang kami jadikan saksi. Namun, ada yang kami panggil ulang untuk didalami keterangannya,” ujar AKP Slamet Santoso.

Dari sejumlah orang yang sudah dimintai keterangan, Slamet tak banyak berkomentar soal orang yang dicurigai. Menurutnya, hal itu perlu pendalaman lebih lanjut dalam penyelidikan yang tengah berlangsung.

Lantas, apa motif di balik pembunuhan tersebut? Slamet belum dapat menyimpulkan apakah disebabkan karena unsur dendam atau faktor lain. Kemungkinan dugaan pembunuhan dilakukan karena adanya unsur memiliki barang-barang korban cukup minim.

Pasalnya, dari hasil olah TKP, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang. “Di dalam rumah itu ada motor dan gelang emas milik korban. Tidak hilang,” ucapnya.

Mahmud, salah satu tokoh masyarakat setempat juga sempat menceritakan, bahwa usaha katering milik korban masih aktif Senin lalu. “Bahkan, karyawannya kelihatan sibuk karena banyak pesanan. Tapi, kemarin (Selasa, Red) libur,” ucapnya.

Artinya, kuat diduga saat hari Selasa itulah korban dibunuh. Sehingga, cukup wajar apabila tak banyak orang yang mengetahui saat pembunuhan itu terjadi. Sebab, korban selama ini memang tinggal seorang diri di rumah kontrakan yang ia jadikan tempat usaha katering tersebut.

Diketahui, warga Dusun Klengoan, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, dibuat gempar. Rabu (26/9) pagi Slamet alias Metty ditemukan tewas bersimbah darah. Di tubuhnya terdapat sejumlah luka tusukan. (tom/mie)