Selama 2018, Dinkes Kota Pasuruan Sudah Temukan 16 ODHA Baru

BUGULKIDUL – Penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kota Pasuruan masih cukup tinggi. Selama tahun 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan menemukan 16 orang yang mengidap penyakit mematikan tersebut. Mayoritas Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) ini didominasi laki-laki.

Sekretaris Dinkes Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena mengatakan, temuan belasan ODHA baru itu sampai akhir Agustus lalu. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan temuan tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 8 penderita. Jika diakumulasikan, sejak tahun 2002, Dinkes menemukan 185 penderita HIV/AIDS di Kota Pasuruan.

“Mayoritas penderita HIV/AIDS di Kota Pasuruan ini didominasi oleh laki-laki. Kondisi ini disebabkan faktor risiko terjangkit HIV/AIDS pada laki-laki lebih tinggi,” terangnya pada Jawa Pos Radar Bromo beberapa waktu lalu.

Shierly –sapaan akrabnya – menerangkan, semakin banyak ditemukan ODHA baru semakin baik. Sehingga, pihaknya bisa melakukan upaya pencegahan. Baik itu melalui pengobatan menggunakan Antiretroviral (ARV) atau konseling untuk menguatkan mental penderita.

Selain itu, Dinkes juga bisa melokalisasi penyebaran virus tersebut. Terutama jika ODHA punya istri yang rentan menjadi sasaran penularan berikutnya. Apalagi jika saat berhubungan suami istri, mereka tidak menggunakan kondom.

Ia mengaku stigma negatif pada ODHA di Kota Pasuruan masih tetap ada. Karena itu, Dinkes bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Kota Pasuruan rutin melakukan sosialisasi ke sekolah atau kelurahan dengan membentuk Kader Peduli AIDS (KPA).

Sehingga, saat ditemukan ODHA, langsung dapat dilaporkan ke puskesmas terdekat. Selain itu, Dinkes terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat dengan membentuk klinik infeksi menular seksual di 8 puskesmas dan Care Support Therapy (CST) di RSUD R. Soedarsono.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat. Termasuk, terus melakukan sosialisasi pada masyarakat agar ODHA tidak dijauhi dan segera berobat,” terang Shierly. (riz/fun)