Pemkab Klaim Normalisasi Efektif Kurangi Banjir 40 Persen

ANTISIPASI BANJIR: Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan saat melakukan normalisasi di Kali Sukoreno. Menedekati musim penghujan, warga ketar-ketir air sungai meluap. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Wilayah utara Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang rutin langganan banjir perlahan mulai diatasi. Salah satunya dengan normalisasi sungai yang akan terus dilakukan hingga 2019. Pelebaran sungai ini dipastikan bisa mengurangi dampak banjir hingga 40 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengatakan, mulai 2017 Sungai Kedung Larangan yang rutin meluap setiap musim hujan dilakukan normalisasi. Sejauh ini normalisasi itu baru mencapai 20 persen. Namun, manfaatnya diperkirakan mulai dirasakan pada musim hujan akhir tahun ini.

“Proses normalisasi di Sungai Kedung Larangan berlangsung multiyears sejak 2017 sampai 2019. Tahun ini pengerjaan normalisasi sudah selesai untuk pelebaran sungai,” ujarnya.

Menurutnya, normalisasi ini program Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Normalisasi sungai sepanjang 7 kilometer dialokasikan Rp 192 miliar. Tahun ini, ada pelebaran dan pembuatan tanggul. Pelebaran ini akan dilakukan hingga 60-80 meter. “Tahun depan kami kejar kedalaman hingga 5-10 meter. Ini yang nanti akan banyak mengurangi dampak banjir di wilayah utara Bangil,” ujar Hanung.

Hanung mengatakan, kini normalisasi sungai ini sudah mencapai 20 persen. Meski belum rampung, diperkirakan manfaatnya sudah akan dirasakan masyarakat. Khususnya, di Kalianyar yang dampak banjirnya bisa berkurang antara 30-40 pesen dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk pembebesan tidak ada masalah, karena sebagian besar wilayah tambak. Masyarakat di sekitar Kedung Larangan sadar yang dipakai memang tanah irigasi dan diperkuat juga adanya sertifikat dari BPN (Badan Pertanahan Nasional),” ujarnya. (eka/rud)