Pedagang Eks Pasar Bukir Korban Kebakaran Mulai Khawatir Musim Hujan

TANPA PENUTUP: Perajin mebeler di Bukir menurunkan barang produksinya Rabu (3/10). Nampak eks bangunan kios yang terbakar di pasar Bukir 2017 silam. (Foto: Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Urungnya Pemkot Pasuruan merehab Pasar Mebel Bukir tahun ini tak hanya dikeluhkan oleh pedagang eks korban kebakaran. Belakangan, pedagang mulai menghawatirkan barang dagangan mereka bisa kehujanan saat musim hujan tiba.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mebel Bukir, Lilik Suciati mengungkapkan pedagang kecewa dengan tidak terlaksananya rehab Pasar Mebel Bukir tahun ini. Pasalnya pedagang sudah menunggu lebih dari satu tahun.

“Dulu kami sempat dijanjikan relokasi sementara, ternyata tidak jadi karena mau langsung direhab. Namun, kami dibuat kecewa lagi dengan urungnya rehab. Pedagang sering menanyakan kejelasannya soal ini,” katanya.

Lilik menyebut selama setahun ini, pedagang terpaksa berjualan di tempat seadanya. Ada pedagang yang memilih berjualan dengan menyewa kios di luar pasar, namun adapula pedagang yang tetap bertahan dengan memanfaatkan lapangan di sisi utara kios yang terbakar.

“Namun, ya gitu kalau musim hujan, pedagang harus kehujanan karena memang berjualannnya di tempat terbuka. Makanya kami inginnya segera ada kejelasan soal kios yang terbakar. Kalau bisa sebelum lebaran tahun 2019,” jelas Lilik.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardiyanto menjelaskan perbaikan kios terbakar di Pasar Mebel Bukir merupakan prioritas dari Kota Pasuruan. Pihaknya bakal mendorong Pemkot agar perbaikannya segera terlaksana.

“Kalau memang tidak bisa langsung direhab karena menunggu anggaran dari pusat, bisa diusulkan dengan relokasi sementara dahulu. Namun, harapannya rehab Pasar Mebel Bukir Kota Pasuruan bisa segera terwujud,”terang politisi dari fraksi PKS ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Muallif Arif memastikan rehab dan relokasi Pasar Mebel Bukir tidak bisa dilakukan tahun ini. Ia pun meminta agar pedagang untuk lebih bersabar.

“Relokasi sementara pun tidak mungkin dilakukan tahun ini karena tahun anggaran 2018 sudah hampir berakhir. Insya Allah rehab tetap ada. Kalau memang tidak bisa diajukan melalui Pusat, nanti kami ajukan dalam APBD 2019,” ungkapnya. (riz/fun)