OTT Kota Pasuruan, KPK Tetapkan 4 Tersangka, Salah Satunya Wali Kota

DITETAPKAN TERSANGKA: Wali Kota Pasuruan Setiyono (kanan), Wahyu Encus (kiri, kaus Nirvana), Dwi Fitri (belakang, kaus putih) dan M Baqir (tertutup Wahyu) saat digelandang keluar Mapolres Pasuruan hendak dibawa ke Jakarta. (Foto: Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Related Post

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi terus memproses hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Pasuruan. Jumat (5/10), KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu.

Dari informasi yang diterima wartawan JawaPos.com, empat orang itu adalah pejabat di lingkungan Pemkot Pasuruan. Serta pihak rekanan atau swasta. Empat orang itu diantaranya MB alias Muhammad Baqir, dari pihak swasta atau pemilik CV. Ia diduga sebagai pemberi suap.

Sementara tiga lainnya, diduga sebagai penerima. Yakni SET (Wali Kota Pasuruan, Setiyono); DFN (Dwi Fitri Nurcahyo, Staf Ahli yang juga Plh Kadis PU Kota Pasuruan); WTH (Wahyu Tri Hardiyanto, staf Kelurahan Purutrejo).

Untuk MB disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf A atau pasal 5, ayat (1) huruf b atau pasal 13, UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hal itu sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001.

Selanjutnya SET, DFN dan WTH disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 uu nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, juncto pasal 55 ayat (1), ke 1 KUHP.

Diketahui, KPK melakukan OTT di Kota Pasuruan, Kamis (4/10). Tujuh orang diamankan. Namun, hanya empat orang yang dibawa ke Jakarta. Ke empat orang itulah yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut bukan hanya Setiyono yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun ada 3 orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka.”KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka,” ungkapnya dalam konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/10). (jpc/mie)