200 Hektare Hutan di RPH Kabuaran-Matikan Rawan Terbakar

PAITON – Selama musim kemarau tahun ini, kebakaran hutan perlu diantisipasi. Sebab, sedikitnya 200 hektare hutan di wilayah RPH Kabuaran dan RPH Matikan, berpotensi kebakaran.

Bukan tanpa sebab tentu saja. Hutan di dua RPH yang termasuk dalam Perhutani KPH Probolinggo itu kondisinya gersang. Penegasan ini disampaikan Kepala Perhutani KPH Probolinggo Haris Suseno saat acara stakeholder meeting forum, Jumat (5/10). Acara yang digelar di aula Restoran Paiton Permai, Desa Sumberrejo, Paiton, itu membahas tentang pengelolaan hutan lestari bersama masyarakat desa hutan.

Untuk mengantisipasi kebakaran di dua RPH itu, petugas Perhutani KPH Probolinggo membuat ilaran atau sekat selebar 3 meter. Terutama di sepanjang jalan pantura yang berbatasan langsung dengan lahan hutan.

Bahkan, patroli secara bergilir juga dilakukan selama 24 jam bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). “Kami juga dibantu disiapkan air bersih,” terang Kepala Perhutani KPH Probolinggo Haris Suseno.

Dijelaskan Haris, kebakaran hutan bisa memberikan dampak negatif yang luar biasa. Terjadinya kebakaran hutan biasanya berasal dari masyarakat luar. Misalnya, teledor dan ceroboh membuang puntung rokok sembarangan atau bakar–bakar sampah.

“Begitu hutan terbakar, udara di hutan jadi tidak segar lagi. Dampaknya, tanaman mati dan satwa pun mati,” terangnya.

Pengguna jalan pantura pun diharapkan bisa mencegah terjadinya kebakaran. Karena itu, 10 buah plang papan larangan pemburuan dan larangan membakar hutan juga terpasang di 10 lokasi wilayah hutan. “Memang fokus kami di jalan pantura,” ujarnya. (hil/hn)