Baru Bebas, Kades Negororejo Kembali Diciduk, Terlibat 2 Curanmor

KRAKSAAN – Seharusnya, Jumat (5/10) Kades Negororejo, Kecamatan Lumbang, Budiono bebas dari hukuman penjara yang dijalaninya: selama 2,5 bulan. Tapi, Alih-alih bisa pulang ke rumah. Dia malah kembali diciduk.

Petugas Sat Reskrim Polres Probolinggo langsung menciduk Budiono saat hendak bebas dari Rutan Kraksaan. Sebab, dia diduga kuat terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad melalui Kasat Reskrim AKP Riyanto saat dikonfirmasi mengatakan, sekitar 2,5 bulan lalu, pihaknya mengamankan Budiono, kades Negororejo. Saat itu, pihaknya memproses hukum Budiono. Sebab, saat hendak diamankan, tersangka Budiono malah melawan dan mengayunkan sajam parang ke petugas.

”Kades Negororejo ini kami amankan saat baru keluar dari Rutan Kraksaan. Kebetulan, tadi (Jumat) pagi memang waktunya tersangka Budiono bebas menjalani hukuman atas kasus sajam,” katanya.

Saat ini, dikatakan Kasat Reskrim, tersangka Budiono disangka terlibat dalam kasus curanmor yang terjadi pada 5 Februari 2018. Saat itu, diduga kuat Budiono ikut berperan dalam kasus curanmor di Dusun Bedali, Desa Brangah, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

”Tersangka Budiono ini diduga kuat ikut membantu melakukan kejahatan pencurian dua sepeda motor sekaligus,” terangnya.

Dua motor itu dikatakan Kasat Reskrim, milik korban Nanik, 45, warga Dusun Bedali, Desa Brangah, Kecamatan Lumbang. Waktu tengah malam, dua motor Honda Beat nopol N 5697 PY dan Yamaha Mio nopol N 5903 PY berada di rumah korban. Kemudian, tersangka Naran yang berhasil ditangkap lebih dulu mencuri dua motor milik korban tersebut.

”Tersangka Budiono ini diduga kuat yang mengarahkan dan memberikan jalan pada pelaku (Naran) untuk mencuri dua motor milik korban. Termasuk dua motor itu dijual atas peran tersangka Budiono,” terangnya. (mas/hn/mie)