Sidang Praperadilan Mantan Wawali Suhadak Ditentukan Senin

MAYANGAN – Pembacaan kesimpulan sidang praperadilan Mantan Wawali Probolinggo H.M. Suhadak, berlangsung singkat. Tak kurang 15 menit, sidang yang digelar mulai pukul 08.00 itu berakhir, Jumat (5/10).

Hasilnya, baik pemohon dan termohon tetap pada pengajuan awal. Selanjutnya, hakim akan memutuskan hasil sidang, Senin (8/10) mendatang.

Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Sylvia Yudhiastika, pemohon dan termohon hanya memberikan kesimpulan kepada majelis hakim. Kesimpulan tidak dibacakan.

Kasi Pidsus Kejari Probolinggo Ciprian Caesar sebagai termohon menegaskan, pihaknya menolak pengajuan pemohon. “Kami menolak pengajuan pemohon, termasuk keterangan saksi. Kami tetap yakin bahwa penyelidikan yang kami lakukan sesuai aturan,” terangnya.

Sementara Novan Agus Priyanto, sebagai kuasa hukum pemohon, H.M Suhadak, juga tetap pada pendiriannya. Menurutnya, ada beberapa kesalahan dalam proses penetapan Suhadak sebagai tersangka. Yakni, tidak adanya SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) yang menjadi hak pemohon.

Selain itu, juga penetapan tersangka dianggap prematur. Lantaran sesuai keterangan termohon, belum ada penghitungan kerugian negara. Namun, sudah ada penetapan tersangka.

Karena itu, Novan minta agar majelis menerima dan mengabulkan permohonan pemohon. Bahwa, penetapan H.M Suhadak sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan Gedung Islamic Centre (GIC), tidak sah. Sebab, penyidik tidak menyerahkan SPDP pada pemohon.

Terpisah, Ketua Majelis Hakim Sylvia Yudhiastika menjelaskan, sidang kesimpulan memang tidak dibacakan. Pemohon dan termohon hanya menyerahkan kesimpulannya pada ketua majelis hakim.

“Dan, nantinya kesimpulan itu akan digunakan sebagai salah satu acuan untuk menentukan putusan. Untuk sidang putusannya, Senin (8/10),” bebernya. (rpd/hn)