Setiyono Kena OTT, Golkar Tunjuk Syahlawi Gantikan Setiyono

PASURUAN – DPD Partai Golkar Kota Pasuruan langsung mengambil sikap pasca penetapan tersangka dan penahanan Wali Kota yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan Setiyono dalam dugaan kasus suap proyek. Sebelum ada keputusan DPP, tugas dan wewenang Setiyono akan diambil alih Wakil Ketua DPD Imam Syahlawi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Koperasi Dedy Tjahco Purnomo pada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (7/10). Ia menyampaikan, pengurus dan kader Golkar sudah menyepakati keputusan itu. Keputusan mempercayakan tugas dan kewenangan pada Syahlawi, disampaikan Jumat (5/10) lalu.

Keputusan itu diambil saat digelarnya rapat harian partai. Dalam rapat harian itu, sejatinya akan dihadiri oleh Setiyono. “Setelah ada kejadian (OTT, Red) itu, akhirnya kami bahas juga. Kemudian pengurus dan seluruh kader sepakat memutuskan Abah Syahlawi yang mewakili tugas ketua. Pertimbangannya, karena memasuki tahun politik, tentu butuh tanda tangan untuk keperluan administratif dan sebagainya,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pihaknya akan segera menyampaikan hasil rapat itu ke DPD Partai Golkar Jawa Timur. “Insya Allah Senin (8/10) akan kami sampaikan,” imbuhnya. Kader partai berharap, roda organisasi tetap berjalan. Apalagi mereka harus menyiapkan langkah agar kejadian OTT tak berimbas pada elektabilitas partai jelang pemilu.

Meski sudah terkena OTT, namun kader partai menurut Dedy, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mereka masih belum yakin jika Setiyono melakukan tindakan jahat tersebut. Karena itu, mereka lebih memilih menunggu perkembangan penyidikan oleh KPK.

“Kalaupun beliau melakukan (korupsi, Red), itu kan pribadi. Soal pemilu ini tergantung setiap kadernya, yang menjadi tantangan tersendiri. Dan saya rasa, masyarakat mulai cerdas. Kasus semacam ini tidak bisa digeneralisir. Karena Golkar ini hanya kendaraan, sedangkan persoalan ini urusan person,” tutupnya.

Dedy sendri juga kaget mendengar Setiyono ditangkap KPK. Pasalnya, belum lama ini ia sendiri menemui Setiyono saat membahas soal penindakan KPK di beberapa daerah.

“Beliau menyampaikan ke saya agar berhati-hati. Intinya jangan sampai melakukan hal yang tidak benar. Karena KPK sudah dimana-mana. Jadi saya pribadi masih ragu, tapi bukan berarti saya membela ya,” tegasnya.

Di sisi lain, hingga Minggu, suasana di rumah pribadi Setiyono masih ramai didatangi tamu. Mereka datang dengan mengendarai mobil pribadi hingga mobil pelat merah. Seorang pria berbadan gemuk tampak berjaga di area rumah di Jalan Margo Utomo tersebut.

Saat Jawa Pos Radar Bromo meminta izin untuk menemui pihak keluarga, ia menjawab bahwa pihak keluarga masih menemui banyak tamu. “Sepertinya belum bisa sekarang,” kata pria yang mengaku dirinya ditugaskan untuk mengamankan rumah Setiyono itu.

Begitu pula saat ditanya apakah pihak keluarga sudah menyiapkan kuasa hukum terhadap Setiyono, ia tak banyak bicara. “Saya belum tahu soal itu,” kata sumber yang ingin namanya dirahasiakan itu. (tom/rf/mie)