Masih Temui Pembantu Jukir Tarik Tarif Parkir, Penyebabnya Ini

KESULITAN MENGATUR: Juru parkir di sekitar alun-alun Pasuruan yang sedang direhab. Sejauh ini Dishub masih menemukan pembantu jukir yang kerap melakukan penarikan ganda. (Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO – Rencana Pemkot melakukan penataan ulang pada juru parkir (jukir) di Kota Pasuruan terus dilakukan. Namun, penataan ulang ini masih terkendala dengan jumlah pembantu jukir yang terus berubah-ubah.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan pihaknya berencana untuk menata ulang 113 jukir di 83 titik parkir Kota Pasuruan. Pasalnya, jukir ini diketahui masih kerap menarik retribusi pada masyarakat.

Setelah ditelusuri, ternyata banyak jukir yang memiliki pembantu jukir. Dishub pun sempat melakukan pendataan pada jumlah pembantu jukir beberapa waktu lalu. Dan diketahui pembantu jukir mencapai 68 orang yang tersebar di 36 titik.

Andri-sapaan akrabnya menjelaskan keberadaan pembantu jukir ini pun sempat dibicarakan saat koordinasi dengan jukir. Utamanya, untuk mencari solusi terkait pembantu jukir ini. Pasalnya, pembantu jukir ini dipastikan tidak resmi.

Namun, penataan pembantu jukir ini tidaklah mudah. Kendalanya adalah anggota pembantu jukir ini tidak tetap. Selain itu, jumlah pembantu jukir ini pun berubah-ubah. Kondisi ini menyesuaikan ruang parkir setempat.

“Misalnya, parkir alun-alun di depan toko pakaian yang ada disana. Dalam pendataan lalu, kami mencatat ada 9 pembantu jukir tidak resmi. Ternyata setelah kami telusuri deng jukir resmi, kondisi ini bergantung pada ramai tidaknya parkir saat itu,” jelasnya.

Ia menjelaskan masalah pembantu jukir ini akan ditindaklanjuti dalam forum lalu lintas (lalin). Untuk sementara, Dishub telah memasang spanduk di 14 titik. Spanduk ini berisikan himbauan agar masyarakat tidak memberikan retribusi pada jukir.

“Spanduk ini untuk meminimalisir adanya praktik pungutan liar (pungli) di kalangan jukir. Sebab, banyak masyarakat yang ternyata belum tahu soal pembebasan parkir tepi jalan umum. Kalau ada oknum jukir yang meminta, jangan diberi,”pungkas Andri. (riz/fun)